Kunci Lepas dari Middle Income Trap: Digitalisasi dan Pusat AI Baru

Pemerintah kejar pertumbuhan ekonomi 8% lewat digitalisasi. Sinar Mas Land pun luncurkan mBrace sebagai pusat riset AI nasional di BSD.

Diterbitkan 17 Juli 2026, 13:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Perkembangan sektor digital di Indonesia terbukti memberikan dampak signifikan bagi perekonomian dalam negeri. Terlebih, saat ini pemerintah tengah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen guna membawa Indonesia keluar dari jebakan pendapatan menengah (middle income trap).

Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Sonny Hendra Sudaryana, menjelaskan bahwa pemanfaatan bonus demografi menjadi kunci utama dalam merealisasikan target tersebut.

"Saat ini pendapatan per kapita Indonesia berada di angka US$ 4.900. Untuk bisa keluar dari middle income trap, angka ini harus naik tiga kali lipat. Salah satu caranya adalah dengan mengonversi bonus demografi menjadi dampak ekonomi riil melalui digitalisasi," ujar Sonny di BSD, Kabupaten Tangerang, Rabu (15/7/2026).

Sektor ekonomi digital dinilai memiliki tingkat efisiensi yang jauh lebih baik dibandingkan sektor konvensional, sehingga berpotensi mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional. Kendati demikian, tantangan besar masih membayangi. Berdasarkan data pemerintah, sekitar 80 persen nilai ekonomi digital yang tercipta di Indonesia saat ini masih dinikmati oleh platform global.

"Sebanyak 80 persen nilai ekonomi digital kita masih dinikmati oleh platform luar. Fokus pemerintah saat ini adalah bagaimana memaksimalkan nilai tambah tersebut agar tetap berada di Indonesia. Ekonomi digital harus tumbuh maksimal, tetapi nilainya jangan sampai dibawa keluar," tegasnya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Sonny memaparkan strategi penguatan yang bertumpu pada tiga fondasi utama:

  • Pondasi Infrastruktur: Penguatan konektivitas dan kepatuhan (compliance) terhadap regulasi.
  • Pondasi SDM: Pengembangan keahlian (skills), kompetensi, dan talenta digital (talent development).
  • Pondasi Teknologi: Optimalisasi aplikasi serta teknologi informasi terapan.

 

mBrace: Pusat Riset AI Baru di Tangerang

Sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat ekosistem teknologi, Sinar Mas Land melalui Digital Hub resmi meluncurkan mBrace (Make BSD Research AI Center of Excellence). Wadah ini dirancang sebagai pusat kolaborasi lintas sektor bagi para pelaku ekosistem kecerdasan buatan (AI) guna mendorong inovasi, penelitian, pengembangan talenta, serta implementasi solusi AI yang berdampak nyata bagi industri dan masyarakat.

"Kami ingin mBrace menjadi rumah sekaligus titik temu bagi berbagai pelaku ekosistem untuk bersama-sama membangun ekosistem yang kolaboratif dan melahirkan inovasi yang berdampak nyata bagi perekonomian," kata CEO Digital Tech Ecosystem and Development Sinar Mas Land, Irawan Harahap.

Pada tahap awal, mBrace akan berfokus pada empat program utama demi memperkuat fondasi ekosistem AI di BSD City:

  • Innovation and Research and Development (R&D)
  • AI Technology Showcase
  • AI Knowledge Development
  • AI Business Matching

Untuk mewujudkan ekosistem ini, Digital Hub menggandeng sejumlah mitra teknologi global dan institusi pendidikan. Salah satunya adalah ASIX Indonesia Cerdas, yang akan mengembangkan riset AI sekaligus menghadirkan demonstrasi teknologi mutakhir. Teknologi yang disiapkan meliputi robot humanoid, robot K9, hingga drone yang diproyeksikan untuk mendukung implementasi kota cerdas (smart city).

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6