Data inflasi Indonesia sepanjang November 2013 kembali mengalami kenaikan meski dalam rentang tipis. Setelah mencetak inflasi 0,09% pada bulan lalu, laju kenaikan harga pada November kembali menguat menjadi 0,12%.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin dalam keterangan pers di kantornya, Jakarta, Senin (2/12/2013) mengungkapkan laju inflasi pada November mencapai 0,12% dengan laju tahunan (year on year) mencapai 8,37%.
"Inflasi tahun kalender 7,79% sementara yoy 9,37%," ujar Suryamin.
Kontribusi inflasi non inti sepanjang November tercatat mencapai 4,8% dan year on year mencapai 4,73%.
Suryamin menjelaskan, laju inflasi pada bulan ini terbilang cukup rendah dibandingkan periode 2010 yang mencapai 0,7% dan 2011 di level 0,34%. Sementara pada setahun yang lalu, laju inflasi berada di level 0,6%.
Dari 66 kota indeks harga konsumen yang disurvei BPS, tercatat sebanyak 38 kota mengalami ionflasi sementara 28 lainnya mengalami deflasi. Kota Maumere mencatat inflasi tertinggi di level 1,54% sementara terendah terjadi di Mataram.
Sedangkan untuk wilayah yang mengalami deflasi tertinggi terjadi di Sorong sebesar 1,29%. "Karena tarif di Sorong alami penurunan, bawang dan sayur-sayuran," kata Suryamin.
BPS melaporkan sumbangan inflasi pada bulan ini berasal dari perumahan air listrik gas dan bahan bakar sebesar 0,12%. Sumber penyumbang inflasi ini terjadi akibat kenaikan tarif listrik 0,16%. Diikuti oleh makanan jadi minuman, rokok dan tembakau 0,05%,
"Bahan makanan sudah bisa dikendalikan minus 0,12%, sandang emas dan perhiasan 0,00%," katanya.
Sebelumnya, BPS melaporkan inflasi pada Oktober dilevel 0,09% tergolong cukup rendah jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Tapi dibanding September, inflasi tersebut melemah karena pada September 2013 tercatat deflasi 0,35%. (Fik/Ndw)
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin dalam keterangan pers di kantornya, Jakarta, Senin (2/12/2013) mengungkapkan laju inflasi pada November mencapai 0,12% dengan laju tahunan (year on year) mencapai 8,37%.
"Inflasi tahun kalender 7,79% sementara yoy 9,37%," ujar Suryamin.
Kontribusi inflasi non inti sepanjang November tercatat mencapai 4,8% dan year on year mencapai 4,73%.
Suryamin menjelaskan, laju inflasi pada bulan ini terbilang cukup rendah dibandingkan periode 2010 yang mencapai 0,7% dan 2011 di level 0,34%. Sementara pada setahun yang lalu, laju inflasi berada di level 0,6%.
Dari 66 kota indeks harga konsumen yang disurvei BPS, tercatat sebanyak 38 kota mengalami ionflasi sementara 28 lainnya mengalami deflasi. Kota Maumere mencatat inflasi tertinggi di level 1,54% sementara terendah terjadi di Mataram.
Sedangkan untuk wilayah yang mengalami deflasi tertinggi terjadi di Sorong sebesar 1,29%. "Karena tarif di Sorong alami penurunan, bawang dan sayur-sayuran," kata Suryamin.
BPS melaporkan sumbangan inflasi pada bulan ini berasal dari perumahan air listrik gas dan bahan bakar sebesar 0,12%. Sumber penyumbang inflasi ini terjadi akibat kenaikan tarif listrik 0,16%. Diikuti oleh makanan jadi minuman, rokok dan tembakau 0,05%,
"Bahan makanan sudah bisa dikendalikan minus 0,12%, sandang emas dan perhiasan 0,00%," katanya.
Sebelumnya, BPS melaporkan inflasi pada Oktober dilevel 0,09% tergolong cukup rendah jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Tapi dibanding September, inflasi tersebut melemah karena pada September 2013 tercatat deflasi 0,35%. (Fik/Ndw)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5272924/original/067898900_1751604930-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__20_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562930/original/087212000_1776842538-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-22T142049.188.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4403399/original/021681200_1682044577-cek_fakta_mesin_cuci.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354245/original/038987000_1790044500-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-22T093245.164.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/431/original/inflasi-ilustrasi-130801c.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)