Sukses

Trafo PLTU Suralaya yang Terbakar Berumur 30 Tahun

Terbakarnya trafo unit 4 di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Suralaya, Banten, telah menyebabkan padamnya listrik di sejumlah wilayah Jakarta, Tangerang dan Bekasi pada Minggu, 1 Desember 203.

Direktur Operasi Jawa-Bali-Sumatera, Ngurah Adnyana menjelaskan terbakarnya trafo tersebut telah membuat listrik di sistem Jawa Bali kehilangan daya 350 megawatt (MW). PLTU Suralaya terdiri dari tujuh unit dengan total kapasitas 3.400 MW yang mensuplai sistem kelistrikan Jawa Bali.

"Trafo yang terbakar ini memang sudah tua. Umurnya sudah 30 tahun," kata Adnyana saat dihubungi Liputan6.com, seperti ditulis Senin (2/12/2013).

Adnyana mengklaim sebenarnya cadangan listrik di Jawa Bali sudah sangat memadai dari sisi pembangkitan. Namun, ketika terjadi trip (padam) di pembangkit, maka diperlukan waktu untuk melakukan manuver untuk menggantikan pasokan listrik yang hilang.

"Sekarang ini beban puncak Jawa Bali itu 22.500 MW, tapi kapasitas pembangkit sudah mencapai 30 ribu MW," ungkap dia.

Hal senada diungkapkan Manajer Senior Komunikasi Korporat PLN, Bambang Dwiyanto. Dia menyebutkan, trafo yang terbakar tersebut sudah berusia sekitar 30 tahun dan PLN sebenarnya juga sudah menyiapkan trafo penggantinya.

"Trafo akan segera diganti dengan yang baru," kata Bambang.

Bambang memastikan PLN tidak akan melakukan pemadaman listrik hari ini karena telah melakukan manuver beban. "Kekurangan pasokan akibat trafo unit 4 PLTU Suralaya bisa di-cover dengan cadangan yang ada di sistem kelistrikan Jawa Bali," ungkapnya.

Bambang menjelaskan kronologis kejadian meledaknya trafo yang mengakibatkan pemadaman di beberapa daerah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi.

Pada hari Minggu 1 Desember 2013 Pukul 15.30 WIB terjadi gangguan berupa trafo terbakar di unit 4 PLTU Suralaya, Banten. Kejadian ini memicu PLTU unit 3, 6 dan 7 mengalami trip (padam).

"Memang Sempat terjadi pemadaman sebentar, tapi pada jam 17.00 semua beban yang padam di sisi pelanggan sudah normal kembali," ungkapnya. (Pew/Ndw)

 

JOKOWI: TAK ADA YANG TAKUTI KECUALI ALLAH DALAM MEMIMPIN

Tutup Video