Industri Pemasaran Digital Tumbuh Pesat, MMA Indonesia Dorong Strategi Berbasis Data

MMA Indonesia Executive Dialogues 2026 membahas strategi pertumbuhan brand di tengah ekonomi digital Indonesia yang diproyeksikan mencapai USD 69,6 miliar.

Diterbitkan 26 Mei 2026, 16:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Marketing + Media Alliance (MMA) Indonesia menggelar The MMA Indonesia Executive Dialogues 2026, sebuah forum diskusi eksekutif eksklusif yang mempertemukan lebih dari 50 pemimpin industri dari berbagai sektor di The Hermitage, Jakarta.

Mengusung tema "Empowering Leaders for Growth", forum tersebut menghadirkan para pimpinan perusahaan, direktur, pemilik bisnis, pendiri perusahaan, hingga pengambil keputusan strategis dari industri pemasaran, media, teknologi, dan periklanan.

Acara ini berlangsung di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. Nilai pasar transformasi digital nasional diperkirakan mencapai USD 29 miliar pada 2026 dan diproyeksikan tumbuh dengan compound annual growth rate (CAGR) sebesar 19,1% hingga mencapai USD 69,6 miliar pada 2031.

Country Head & Board Director MMA Indonesia Shanti Tolani menilai Indonesia saat ini berada dalam fase penting perkembangan ekonomi digital.

“Indonesia berada di titik infleksi yang menentukan. Dengan ekonomi digitalnya yang tumbuh 19% per tahun, adopsi AI yang mencapai 92%, dan pasar loyalitas yang bergerak menuju USD 1 miliar, peluang bagi para pemimpin bisnis sangatlah besar,” kata Shanti Tolani dalam keterangan tertulis, Selasa (26/5/2026).

Menurut dia, fase pertumbuhan berikutnya tidak lagi hanya ditentukan oleh skala investasi maupun teknologi, tetapi juga kemampuan perusahaan membangun kepercayaan pelanggan dan menciptakan nilai bisnis yang terukur.

Aktivitas digital saat ini juga disebut telah menyumbang hampir 10% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

 

 

Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat

Executive Dialogues 2026 menghadirkan tujuh sesi diskusi yang berfokus pada strategi pertumbuhan bisnis di tengah perubahan perilaku konsumen dan lanskap media. Beberapa topik yang dibahas antara lain The Pivot First Strategy, Purpose-Led Innovation, Leveraging The Brand Soul, hingga MMA's Framework Movable Middle Growth.

Forum tersebut juga menyoroti perubahan pola konsumsi masyarakat yang kini semakin mengarah pada platform digital.

Data yang dipaparkan menunjukkan pasar iklan digital Indonesia mencapai USD 3,41 miliar pada 2026 dan diperkirakan meningkat menjadi USD 4,51 miliar pada 2031.

Video kini menjadi format paling dominan dengan porsi sekitar 34% dari total belanja iklan digital. Pertumbuhan itu didorong tren live commerce dan meningkatnya konsumsi video pendek. Sementara media sosial menjadi kategori dengan laju pertumbuhan paling cepat.

Selain itu, tingkat kepemilikan smartphone diperkirakan mencapai 91,3% pada 2028 dengan rata-rata penggunaan aplikasi harian yang telah melampaui lima jam.

Perubahan tersebut membuat pelaku industri mulai mengalihkan fokus dari sekadar mengejar jangkauan pasar menjadi upaya memperoleh hasil bisnis yang lebih terukur.

 

Konsep Movable Middles

MMA Indonesia menilai pertumbuhan bisnis di era digital saat ini tidak lagi ditentukan hanya oleh besarnya jangkauan audiens. Perusahaan juga perlu memahami perilaku konsumen secara lebih spesifik.

Salah satu pendekatan yang disoroti adalah konsep Movable Middles milik MMA. Pendekatan ini disebut menghasilkan tingkat respons iklan lima kali lebih tinggi dibandingkan populasi umum.

Selain itu, kampanye berbasis hasil juga disebut mampu menghasilkan return on ad spend (ROAS) lebih dari 50% dibandingkan kampanye yang hanya berorientasi pada jangkauan.

Executive Vice President and Global Chief Business Officer ParagonCorp, Amalia Sarah Santi, menilai perusahaan perlu menggabungkan inovasi, kreativitas, dan nilai yang lebih luas untuk menjaga pertumbuhan jangka panjang.

“Masa depan adalah milik organisasi yang mengintegrasikan kecerdasan, kreativitas, dan etika untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan. Tahun ini, percakapan kita berfokus pada gagasan mendasar: memberdayakan pemimpin untuk pertumbuhan,” ujar Amalia.

Menurut MMA Indonesia, para pemimpin bisnis kini tidak lagi hanya dituntut beradaptasi dengan perubahan pasar, tetapi juga mampu membentuk arah baru pertumbuhan industri di masa mendatang.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6