Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menemukan ketidaksesuaian dalam pembibitan kelapa di beberapa daerah. Dari temuan tersebut, didapat potensi kerugian mencapai Rp 3,3 miliar.
Amran mengatakan, program ini sebagai bagian dari hilirisasi sektor perkebunan. Dalam tinjauannya ke beberapa daerah, ada ketidaksesuaian jumbah benih, sehingga tindakan tegas pun diambil.
"Kami cek lapangan beberapa tempat itu tidak sesuai standar yang kami inginkan, sehingga salah satu yang dianggap ahli kami mutasi karena kelihatannya keahliannya belum cukup memadai, dan kami minta kepolisian penegak hukum langsung periksa," kata Amran ditemui di kediamannya, Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Advertisement
Dia turut memerintahkan Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian untuk mengecek program serupa di seluruh wilayah di Indonesia. Pasalnya, pada hitungan sementar, terdapat potensi kerugian mencapai Rp 3,3 miliar.
"Saat ini ditemukan data yang berbeda jumlah surat perintahnya berbeda dengan realisasi lapangan, nilainya kurang lebih Rp 3,3 miliar. Kami minta itu diperiksa langsung ditindaklanjuti, kalau itu pidana kami minta tidak pandang bulu siapa pun mereka itu harus dihukum dan uang negara harus dikembalikan," beber dia.
Sebagai rinciannya, potensi kekurangan benih mencapai 136.795 batang dengan nilai sekitar Rp 3,3 miliar. Kecurangan ini antara lain terjadi di Banten sebanyak 44.654 batang senilai Rp 799 juta, Sulawesi Utara 20.518 batang senilai Rp 976 juta, Jawa Barat 38.654 batang senilai Rp 771 juta, Gorontalo 1.049 batang senilai Rp 51 juta, serta Indragiri Hilir sebanyak 31.920 batang senilai Rp 718 juta.
Bibit Kakao hingga Kelapa
Amran menjelaskan, hal tersebut tak hanya menyangkut bibit kelapa, namun juga kakao dan komoditas lainnya. "Ini beberapa, semua komoditas, jadi ada kelapa, kopi, kakao, kelapa itu yang dominan," ujarnya.
Dia menerangkan, angka Rp 3,3 miliar bukan merupakan angka final kerugian. Nilai tersebut masih bisa berkurang jika kekurangan benih hilirisasi tadi dikembalikan. Dia mengatakan, sumber dana program ini memakan anggaran Kementan dari 2025 dan 2026.
"Ini program yang sangat bagus tidak boleh dipermainkan karena kalau bibit benih yangbermasalah itu ini kan tanaman jangka panjang. Kalau ini bermasalah itu nanti kasihan petaninya," tandasnya.
Advertisement
Temuan Kejanggalan
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menemukan sejumlah kejanggalan dalam pelaksanaan program pembibitan kelapa di Manado, Sulawesi Utara. Temuan ini mencakup kualitas bibit yang tidak layak hingga perbedaan signifikan antara data laporan dan kondisi di lapangan.
Temuan tersebut diperoleh saat inspeksi mendadak (sidak) di Desa Bengkol, Kecamatan Mapanget, Jumat kemarin. Dalam kunjungannya, Mentan Amran menilai pengelolaan kebun dan standar pemeliharaan masih belum optimal, sehingga berpotensi mengganggu keberhasilan program.
“Ada bibit kecil yang tidak layak. Itu dari bibitnya saja. Benihnya saja sudah tidak layak. Kami suruh ganti,” ujarnya dikutip dari laman Kementerian Pertanian, Sabtu (2/5/2026).
Selain itu, ia juga menyoroti ketidaksesuaian data yang cukup mencolok. “Laporannya 48 ribu. Kami temukan ternyata hanya kurang lebih 17 ribu. Ini harus ditambah,” tegasnya.
Perlu Evaluasi
Kondisi tersebut memperlihatkan perlunya evaluasi menyeluruh, baik dari sisi administrasi maupun teknis di lapangan, agar program berjalan sesuai tujuan.
Menanggapi temuan tersebut, Mentan Amran meminta aparat penegak hukum untuk melakukan pemeriksaan secara terbuka. Ia menegaskan pentingnya transparansi dalam pelaksanaan program pemerintah.
“Kami minta kepada reskrim, polres. Ini diperiksa. Kita harus berani membuka diri,” katanya.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4461201/original/062506100_1686446588-cek_fakta_timnas_argentina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5566966/original/026954400_1777262107-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-27T105347.703.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111045/original/054516000_1783054306-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-03T114409.776.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8359730/original/054220900_1782235074-063_2282965616.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5480727/original/030328500_1769065255-Menteri_Pertanian__Mentan__Andi_Amran_Sulaiman-_22_Januari_2026d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264340/original/096862300_1782107767-salah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9243416/original/040076400_1783136603-063_2284562735.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5248356/original/073589100_1749606013-AP25162020726631.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9235541/original/012266500_1783127691-063_2284556932.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9233776/original/041944300_1783126285-000_B98N9AV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261569/original/090643200_1781746025-ghana_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260058/original/067995400_1781541268-belanda.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262483/original/075097700_1781805987-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776130/original/099023800_1782841199-Benjamin_Asare.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9110961/original/003017800_1783047335-sp3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9212206/original/048343800_1783112340-000_B98H2VR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261544/original/016069100_1781743382-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262056/original/055432600_1781769332-8475137053559944514__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3510488/original/004857700_1626249528-Grontol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8214380/original/046920400_1781073840-anisa-wulan-asri-Ngy7lkXDPF0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8204743/original/046994600_1781063485-14895242343023129380.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5413737/original/077209500_1763193091-3c598f8a-1863-467f-9d3e-9a3c733b09ab.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2034336/original/042934000_1522123940-Sawit_Jambi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3294447/original/057928900_1605163526-sabut_kelapa_pangandaran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5532099/original/062116900_1773641958-Pohon_kelapa_hias.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5539339/original/088078000_1774597380-2147677868.jpg)