Bank Indonesia (BI) mengeluarkan kebijakan moneter yang memiliki tujuan akan adanya pencabutan stimulus dari The Fed dalam waktu dekat ini.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan, kebijakan lima moneter tersebut bertujuan agar mengantisipasi pencabutan stimulus yang dilakukan The Fed pada September 2013.
"Sudah hampir 50% analis yang memperkirakan, kalau pada September 2013 stimulus dari The Fed akan dicabut. Sehingga, kami benar-benar harus menjaga iklim perekonomian di negeri ini," ujar Agus ketika ditemui di Gedung BI, Jakarta, Jumat (23/8/2013).
Menurut Agus, kebijakan yang diambil BI merupakan langkah terbaik, tidak akan adanya pengaruh kepada laju pertumbuhan ekonomi.
Maka dari itu, BI lebih menekankan agar suku bunga acuan (BI Rate) tidak dinaikkan, sehingga makro ekonomi Indonesia bisa lebih terjaga, khususnya nilai tukar Rupiah.
"Kalau BI Rate belum akan kami naikkan, tapi kami akan jaga makro ekonomi di negeri ini. Kami juga akan melakukan bauran kebijakan moneter dengan cara term deposit valas dan menyesuaikan transaksi forex swap bank, dengan BI menjadi sebagai pass-on transaksi bank dengan pihak yang sudah terkait," katanya.
Selain itu, kebijakan BI sebagai pengendali otoritas moneter, diharapkan bisa bersinergi dengan kebijakan fiskal yang dikeluarkan oleh pemerintah.
"Kebijakan fiskal yang dikeluarkan pemerintah, nantinya akan dijalankan. Perjalanan kebijakan fiskal tersebut adalah dengan menaikkan pajak barang mewah dan memberikan kebijakan kepada usaha padat karya, dengan cara memberikan intensif yang berorientasi kepada ekspor," tegasnya. (Dis/Igw)
Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan, kebijakan lima moneter tersebut bertujuan agar mengantisipasi pencabutan stimulus yang dilakukan The Fed pada September 2013.
"Sudah hampir 50% analis yang memperkirakan, kalau pada September 2013 stimulus dari The Fed akan dicabut. Sehingga, kami benar-benar harus menjaga iklim perekonomian di negeri ini," ujar Agus ketika ditemui di Gedung BI, Jakarta, Jumat (23/8/2013).
Menurut Agus, kebijakan yang diambil BI merupakan langkah terbaik, tidak akan adanya pengaruh kepada laju pertumbuhan ekonomi.
Maka dari itu, BI lebih menekankan agar suku bunga acuan (BI Rate) tidak dinaikkan, sehingga makro ekonomi Indonesia bisa lebih terjaga, khususnya nilai tukar Rupiah.
"Kalau BI Rate belum akan kami naikkan, tapi kami akan jaga makro ekonomi di negeri ini. Kami juga akan melakukan bauran kebijakan moneter dengan cara term deposit valas dan menyesuaikan transaksi forex swap bank, dengan BI menjadi sebagai pass-on transaksi bank dengan pihak yang sudah terkait," katanya.
Selain itu, kebijakan BI sebagai pengendali otoritas moneter, diharapkan bisa bersinergi dengan kebijakan fiskal yang dikeluarkan oleh pemerintah.
"Kebijakan fiskal yang dikeluarkan pemerintah, nantinya akan dijalankan. Perjalanan kebijakan fiskal tersebut adalah dengan menaikkan pajak barang mewah dan memberikan kebijakan kepada usaha padat karya, dengan cara memberikan intensif yang berorientasi kepada ekspor," tegasnya. (Dis/Igw)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5414739/original/008691500_1763347745-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-11-17T094821.756.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5480209/original/055827300_1769049427-53be1b51-4a07-4337-a7d7-3ea2480321b2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343335/original/092273200_1788851870-HOAX__12_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7366296/original/044645100_1780146957-dedi_mulyadi-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/30037/original/agus-martooi130325b.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5522745/original/092684000_1772775227-Cadangan_Devisa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338660/original/000992000_1788337107-kom4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339691/original/045193200_1788425146-Cover-sp_2818026.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339448/original/094977900_1788415789-email-attachment_2026_09_03_ariefhakim-at-klyid_bos-bi-singgung-kekuatan-ri-meski-pertumbuhan-ekonomi-kalah-dari-vietnam_1000428804.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339133/original/054919900_1788402308-Cover-sp_2817926.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333297/original/017190300_1787741573-gb1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338922/original/090395000_1788351035-Codex_Image_Sep_2__2026__05_26_34_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338879/original/054092500_1788346586-IMG_5583.jpg)