Prabowo Gembira Polisi Bikin Inovasi Energi dari Tongkol Jagung

Presiden Prabowo puas dengan inovasi yang dilakukan tim kepolisian karena dapat menjadi salah satu solusi menangkal krisis energi.

Diterbitkan 16 Mei 2026, 19:09 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengaku senang atas inovasi Polri dalam memanfaatkan limbah pertanian menjadi sumber energi. Semisal tongkol jagung yang diolah menjadi briket, hingga baru bara yang disulap menjadi pupuk. 

Apresiasi ini diberikan saat Prabowo mengawali prosesi panen raya jagung periode kuartal II 2026 di lahan-lahan perkebunan binaan Polri. Kegiatan ini digelar serentak dengan pembangunan 10 gudang ketahanan pangan Polri, dan peluncuran 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yang berlangsung di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

RI 1 mengaku puas dengan inovasi yang dikerahkan tim kepolisian, lantaran jadi salah satu solusi dalam menangkal krisis energi saat ini. 

"Saya gembira, bukan saya pura-pura. Saya lega, karena dunia krisis energi, negara-negara panik. Tapi sekarang saya di kasih tahu, pak, tenang, kita bikin briket, arang dari tongkol jagung. Tadinya dibuang, sekarang bisa jadi sumber energi. Saya setuju, miracle ini," ungkapnya. 

"Terimakasih polisi. Polisi RI, kalian sering dicaci maki. Tapi sekarang kalian buktikan, di tengah krisis, Indonesia punya putra/putri yang inovatif, yang tidak kenal menyerah, berani mencari ilmu," ujar Prabowo. 

Prabowo turut mendorong olahan limbah pertanian itu untuk dipasarkan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), atau Kopdes Merah Putih.  

"Kita baru resmikan Koperasi Desa Merah Putih. Nanti ini bisa dimanfaatkan. Koperasi Merah Putih bisa menyalurkan arang briket, bisa juga nanti nyalurkan pupuk dari batu bara, dan sebagainya," tuturnya. 

"Kuncinya kita harus beri bahan yang penting untuk rakyat, dengan harga semurah-murahnya. Supaya rakyat kita daya belinya meningkat, kualitas hidupnya lebih baik," Prabowo menambahkan.

 

Resmikan Operasional 1.061 Koperasi

Adapun dalam rangkaian kegiatan Sabtu (16/5/2026) hari ini, Presiden Prabowo Subianto turut melakukan peresmian operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) atau Kopdes Merah Putih. Acara peresmian digelar di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, sebelum RI 1 beranjak ke Tuban.  

Prabowo mengatakan, peresmian kali ini jadi tonggak sejarah. Terlebih 1.061 Kopdes Merah Putih yang diresmikan siap beroperasi lengkap dengan sarana dan prasarana tersedia, mulai dari gedung, gudang, truk, hingga mobil pick up. 

"Secara fisik, gedungnya ada, gudangnya ada, sistemnya ada, barangnya ada, petugasnya ada, unsur-unsur logistiknya ada. Ada truk, pick up, kendaraan tiga roda. Saya kira hari ini cukup penting," ujarnya.

Siapkan 1.300 Koperasi

Menurut laporan awal yang diterimanya, telah dipersiapkan sekitar 1.300 unit KDKMP untuk diresmikan. Namun setelah dievaluasi, Prabowo memutuskan untuk memilih 1.061 koperasi yang sudah siap beroperasi. 

"Intinya adalah, bahwa kita mendirikan mulai dari konsep sampai terwujud kurang dari 1 tahun. Pembangunan fisik saja dimulainya kurang lebih November 2025. Sampai sekarang berarti 7 bulan," kata dia. 

"Dalam 7 bulan kita bisa operasionalkan 1.061 koperasi. Tetapi, tadi dilaporkan Menko Pangan, secara fisik yang sudah siap lebih dari 9.000 gedung, 9.000 gudang, 9.000 sistem. Saya kira ini prestasi bagi bangsa Indonesia," ungkapnya. 

Target Resmikan 30.000 Koperasi

Pada kesempatan sama, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) target sebanyak 30.000 unit Koperasi Desa Merah putih bisa diresmikan sebelum 17 Agustus 2026. 

"Pemerintah menargetkan  30.000 unit lebih KDKMP selesai dibangun dan beroperasi penuh hingga 16 Agustus mendatang," ucap Zulhas. 

Merujuk pada catatannya, ia menyebut per saat ini ada sebanyak 9.294 KDKMP yang bangunan fisiknya telah rampung. Mengacu pada laporan Agrinas Palma Nusantara, jumlahnya bisa bertambah hingga 150-200 unit setiap hari. 

"Untuk memastikan koperasi berjalan dengan baik, pemerintah telah menyiapkan sumber daya manusia. Saat ini sedang dilakukan rekrutmen 30.000 manajer KDKMP, sedang proses seleksi," tuturnya.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6