Harga Perak Antam Hari Ini 14 Mei 2026 Naik Rp 600

Berikut harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) dan harga perak dunia pada Kamis, (14/5/2026).

Diterbitkan 14 Mei 2026, 13:22 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menguat pada perdagangan Kamis, (14/5/2026). Hal ini berlawanan dengan harga emas Antam yang stabil dan harga perak dunia turun.

Mengutip laman logammulia.com, harga perak Antam naik Rp 600 menjadi Rp 56.800 per gram. Pada perdagangan sebelumnya, harga perak Antam ditetapkan Rp 56.200.

Antam menawarkan perak batangan 250 gram, 500 gram dan perak butiran murni 99,95%. Harga perak batangan 250 gram dibanderol Rp 14.725.000 dan perak batangan 500 gram ditetapkan Rp 28.525.000.

Sementara itu, mengutip data tradingeconomics.com, harga perak dunia melemah tipis 0,19% menjadi USD 87,28.

Sebelumnya, harga perak naik mendekati USD 88 per ounce, mencapai level tertinggi dalam dua bulan dan mengungguli logam mulia lainnya karena prospek permintaan industri membaik.

Logam ini, yang banyak digunakan dalam elektronik, panel surya, dan aplikasi industri lainnya karena konduktivitas listriknya yang tinggi, juga berfungsi sebagai aset investasi tradisional bersama emas. Kenaikan ini terjadi meskipun India menaikkan tarif impor emas dan perak menjadi 15% dari 6%.

Namun, ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve membatasi potensi kenaikan lebih lanjut. Data inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan, dengan harga produsen melonjak paling tinggi sejak awal 2022 dan inflasi konsumen mencapai level tertinggi sejak Mei 2023, membuat investor memperkirakan penurunan suku bunga AS tahun ini akan lebih kecil, menurut FedWatch dari CME Group.

Di tempat lain, kunjungan Presiden AS Donald Trump ke China akan dipantau untuk melihat kemajuan apa pun terkait gencatan senjata perdagangan yang rapuh dan konflik Iran.

Harga Emas Dunia

Sebelumnya, harga emas dunia melemah pada sesi kedua berturut-turut pada Rabu, 13 Mei 2026. Hal ini karena kekhawatiran inflasi akibat perang membebani harapan penurunan suku bunga dengan pasar juga mengamati pertemuann Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping.

Mengutip CNBC, Kamis (14/5/2026), harga emas spot melemah 0,6% menjadi USD 4.686,99 per ounce. Sementara itu, harga emas berjangka AS untuk pengiriman Juni naik 0,2% menjadi USD 4.694,70.

Harga produsen AS meningkat lebih dari yang diperkirakan pada April, mencatatkan kenaikan terbesar sejak awal 2022, indikasi terbaru inflasi meningkat di tengah perang Iran.

“Inflasi tetap tinggi dan oleh karena itu ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama diperkuat, dan itu telah menekan harga emas dalam dua hari terakhir,” ujar wakil presiden dan ahli strategi logam senior di Zaner Metals, kata Peter Grant.

Emas sering dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi, tetapi suku bunga yang lebih tinggi cenderung menekan logam yang tidak memberikan imbal hasil ini. Data pada Rabu menunjukkan bahwa inflasi konsumen AS meningkat lebih lanjut pada April, dengan tingkat tahunan mencatat kenaikan terbesar dalam tiga tahun.

 

 

Sentimen The Fed

Bank sentral AS bulan lalu mempertahankan suku bunga acuan semalam di kisaran 3,50% hingga 3,75%. Para pedagang sebagian besar telah memperkirakan penurunan suku bunga AS tahun ini, menurut alat FedWatch dari CME Group.

Presiden Trump memulai kunjungan pertama presiden AS ke China dalam hampir satu dekade, bersemangat untuk mendapatkan beberapa kesepakatan, mempertahankan gencatan senjata perdagangan yang rapuh dengan ekonomi terbesar kedua di dunia, dan meningkatkan peringkat persetujuan publik yang terpuruk akibat perangnya dengan Iran.

Sementara itu, India menaikkan tarif impor emas dan perak menjadi 15% dari 6%, sebagai bagian dari upaya untuk mengekang pembelian logam mulia dari luar negeri dan mengurangi tekanan pada cadangan devisa negara. India adalah konsumen logam mulia terbesar kedua di dunia.

Grant menuturkan, berita tentang kenaikan bea impor di India telah menimbulkan kekhawatiran terhadap permintaan dan dapat menjadi hambatan jangka panjang.

Harga perak spot turun 0,2% menjadi USD 86,70 per ounce, setelah mencapai level tertinggi dua bulan sebelumnya dalam sesi perdagangan. Platinum turun 0,3% menjadi USD 2.120,20, setelah mencapai level tertinggi sejak 17 Maret. Palladium turun 0,4% menjadi USD 1.484,10.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6