Melirik Harga Hewan Kurban Jelang Idul Adha 2026

Pedagang menyebutkan, biaya pakan naik mempengaruhi harga hewan kurban saat Idul Adha 2026.

Diterbitkan 10 Mei 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menjelang Iduladha, harga hewan kurban di sejumlah lapak penjualan di Jakarta Barat mulai mengalami kenaikan. Para pedagang menyebut lonjakan biaya pakan menjadi faktor utama yang mendorong harga sapi tahun ini lebih mahal dibanding tahun lalu.

Pengelola Bumi Sejuta Sapi, Fachry, mengatakan kenaikan harga sapi tahun ini berkisar Rp 2 juta hingga Rp 3 juta per ekor. Menurut dia, kenaikan tersebut terutama dipicu meningkatnya biaya pakan ternak di tingkat peternak.

“Kalau dibanding tahun lalu memang ada kenaikan cukup signifikan. Untuk sapi yang biasanya dijual Rp 20 juta, sekarang bisa sampai Rp 23 juta,” ujar Fachry saat ditemui Liputan6.com, Minggu (10/5/2026).

Bumi Sejuta Sapi menjual sapi asal Lampung Timur dengan rentang harga mulai Rp 20 juta hingga Rp 110 juta. Salah satu sapi berukuran terbesar di kandang tersebut memiliki bobot mencapai 1 ton dan dibanderol Rp 110 juta.

Fachry menjelaskan, sebagian besar sapi didatangkan langsung dari peternakan di Lampung Timur. Selain bekerja sama dengan kandang kelompok, pihaknya juga memiliki kandang pribadi untuk pemeliharaan sapi.

“Mayoritas sapi memang dari Lampung Timur. Ada yang dari kandang kelompok dan ada juga yang kami pelihara sendiri,” katanya.

Harga meski naik, penjualan hewan kurban disebut tetap mengalami peningkatan menjelang Iduladha.

Hal serupa disampaikan Pengelola Putra Jakarta Farm, Saiful. Ia menyebut harga sapi di tempatnya juga naik sekitar Rp 2 juta dibanding tahun sebelumnya.

“Kenaikan memang sudah terasa tahun ini, terutama karena faktor pakan dan biaya di peternak,” kata Saiful kepada Liputan6.com, Sabtu (9/5/2026).

 

 

Kebutuhan Pembeli

Putra Jakarta Farm yang berlokasi di Meruya Ilir, Jakarta Barat, menjual sapi dengan kisaran harga Rp 20 juta hingga Rp 75 juta per ekor. Hewan kurban yang dijual juga didatangkan dari Lampung.

Saiful mengatakan, permintaan biasanya mulai meningkat sekitar satu bulan sebelum Iduladha. Pembeli pun datang dengan kebutuhan yang beragam, mulai dari ukuran hingga jenis sapi yang diinginkan.

"Biasanya sebulan sebelum Iduladha sudah mulai ramai. Pembeli juga punya permintaan yang berbeda-beda,” ujarnya.

Ia menambahkan, usaha penjualan hewan kurban yang telah dijalankannya selama lima tahun itu masih cukup menjanjikan, terutama saat momentum Iduladha tiba.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6