Update Harga Emas Pegadaian 3 April 2026: Antam Naik, UBS dan Galeri24 Justru Turun!

Update terbaru harga emas Pegadaian (3/4/2026): Emas Antam naik jadi Rp3.039.000, sementara UBS dan Galeri24 kompak turun.

Diterbitkan 03 April 2026, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas yang dijual oleh PT Pegadaian (Persero) kembali turun pada perdagangan hari ini, Jumat (3/4/2026). Penurunan harga emas Pegadaian ini untuk jenis UBS dan Galeri24. Namun sebaliknya, harga emas Antam di Pegadaian naik. 

Mengutip laman Sahabat Pegadaian, harga emas UBS turun menjadi Rp 2.917.000 per gram. Sedangkan harga emas Galeri24 turun menjadi Rp 2.903.000 per gram. Sementara harga emas Antam naik menjadi Rp 3.039.000 per gram.

Adapun harga emas UBS, Galeri24  dan Antam di Pegadaian pada Kamis kemarin yakni masing-masing Rp 2.923.000 per gram, Rp 2.908.000 per gram dan Rp 3.019.000 per gram.

Untuk Galeri24 dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram, emas UBS dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 500 gram, sementara harga emas Antam di Sahabat Pegadaian ditampilkan dari 0,5 hingga 100 gram.

Daftar lengkap harga emas di Pegadaian: 

Harga Emas Galeri24

  • 0,5 gram: Rp 1.523.000
  • 1 gram: Rp 2.903.000‎
  • 2 gram: Rp 5.736.000‎
  • 5 gram: Rp 14.235.000‎
  • 10 gram: Rp 28.395.000‎
  • 25 gram: Rp 70.605.000
  • ‎50 gram: Rp 141.097.000‎
  • 100 gram: Rp 282.054.000
  • ‎250 gram: Rp 703.402.000‎
  • 500 gram: Rp 1.406.802.000‎
  • 1.000 gram: Rp 2.813.603.000.

Harga Emas Antam

  • 0,5 gram: Rp 1.572.000‎
  • 1 gram: Rp 3.039.000‎
  • 2 gram: Rp 6.016.000
  • 3 gram: Rp 8.998.000‎
  • 5 gram: Rp 14.961.000
  • 10 gram: Rp 29.864.000
  • ‎25 gram: Rp 74.529.000
  • ‎50 gram: Rp 148.975.000‎
  • 100 gram: Rp 297.869.000.

Harga Emas UBS

  • 0,5 gram: Rp 1.577.000‎
  • 1 gram: Rp 2.917.000‎
  • 2 gram: Rp 5.789.000‎
  • 5 gram: Rp 14.304.000
  • 10 gram: Rp 28.459.000‎
  • 25 gram: Rp 71.005.000
  • ‎50 gram: Rp 141.720.000
  • ‎100 gram: Rp 283.328.000
  • 250 gram: Rp 708.109.000
  • ‎500 gram: Rp 1.414.556.000.

Harga Emas Tertekan Penguatan Dolar dan Sinyal Suku Bunga Tinggi

Harga emas dunia turun tajam pada perdagangan Kamis seiring menguatnya dolar Amerika Serikat (AS) dan kenaikan harga minyak. Kondisi ini terjadi setelah Presiden AS, Donald Trump, menyatakan bahwa serangan terhadap Iran akan terus berlanjut.

Pernyataan tersebut memicu kekhawatiran inflasi serta meningkatkan ekspektasi bahwa suku bunga akan tetap tinggi dalam waktu lebih lama.

Mengutip CNBC, Jumat (3/4/2026), harga emas spot turun 3,6% ke level USD 4.587,55 per ons, setelah sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi dalam dua pekan. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS melemah 2,7% menjadi USD 4.679,70.

Penguatan dolar AS turut memberikan tekanan pada harga emas, karena logam mulia tersebut menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain.

Direktur perdagangan logam di High Ridge Futures, David Meger, mengatakan bahwa pasar saat ini sangat fokus pada pernyataan Trump.

“Pasar sangat memperhatikan komentar Trump, yang sejauh ini belum menunjukkan adanya penyelesaian cepat terhadap situasi energi,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi ini menekan harga emas dan perak karena peluang penurunan suku bunga semakin kecil.

Pidato Trump

Dalam pidatonya, Trump menyebut bahwa militer AS hampir mencapai tujuannya di Iran, namun tidak memberikan kepastian kapan perang yang telah berlangsung selama sebulan itu akan berakhir. Ia juga menegaskan akan menghantam Iran hingga kembali ke “zaman batu”.

Pernyataan tersebut memicu kenaikan harga minyak. Lonjakan harga energi berkontribusi terhadap inflasi yang lebih luas, sehingga mengurangi peluang bank sentral untuk memangkas suku bunga.

Padahal, meskipun dikenal sebagai lindung nilai terhadap inflasi, emas cenderung kurang menarik saat suku bunga tinggi karena tidak memberikan imbal hasil.

Sejak konflik Iran dimulai pada 28 Februari, harga emas tercatat telah turun sekitar 13%.

Tekanan Tambahan dari Cadangan Emas dan Permintaan Asia

Sentimen pasar emas juga tertekan oleh kabar penurunan cadangan emas bank sentral Turki.

Cadangan emas Turki dilaporkan turun sebesar 69,1 metrik ton menjadi 702,5 ton pada pekan lalu. Dalam dua pekan terakhir, total penurunan bahkan mencapai lebih dari 118 ton, seiring upaya otoritas meredam dampak gejolak pasar akibat perang.

Di kawasan Asia, dinamika permintaan menunjukkan perbedaan. Di India, emas diperdagangkan dengan premi untuk pertama kalinya dalam dua bulan terakhir, didorong oleh penurunan harga yang meningkatkan minat beli.

Sementara itu di China, premi emas justru sedikit menurun karena pelaku pasar masih menunggu potensi koreksi harga yang lebih dalam.

Kondisi ini mencerminkan bahwa meskipun harga emas turun, ketidakpastian global dan arah kebijakan suku bunga masih menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan pasar logam mulia.

   

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6