Cita-Cita Menteri Ara: ART hingga Tukang Tambal Ban Bisa Punya Rumah

Menteri PKP Maruarar Sirait ingin menghadirkan hunian terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR.

Diterbitkan 02 Maret 2026, 15:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

 

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menegaskan komitmennya menghadirkan hunian terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), mulai dari asisten rumah tangga (ART), guru, pengemudi ojek, tenaga kesehatan, hingga tukang mie dan tukang tambal ban.

Ara menyampaikan, model pembangunan seperti ini dapat direplikasi di berbagai daerah, sehingga semakin banyak pekerja sektor informal dan masyarakat kecil yang memiliki akses terhadap hunian layak.

“Di negara tetangga seperti Malaysia, ART, guru, ojek, dan pekerja informal sudah bisa menikmati rumah subsidi. Kita ingin hal yang sama terjadi di Indonesia,” ucap Ara dalam acara Epic Market DWP Kementerian PKP, di Telkom Hub, Senin (2/3/2026).

Ara mengungkapkan, pemerintah tengah menyiapkan proyek rumah susun (rusun) subsidi terbesar di Indonesia dengan kapasitas sekitar 140 ribu unit. Proyek tersebut telah memasuki tahap land clearing tiga minggu lalu dan dalam waktu dekat akan dilakukan peletakan batu pertama (groundbreaking).

“Ekosistemnya sangat bagus, tidak jauh dari rumah sakit, tempat ibadah, pasar, sekolah, dan kawasan industri tempat mereka bekerja. Ini bukti negara hadir agar masyarakat kecil bisa menikmati rumah subsidi yang terjangkau dan berkualitas,” ujar Ara.

 

 

 

 

Konsep Hunian Vertikal

Menurutnya, konsep hunian vertikal menjadi solusi atas keterbatasan lahan di perkotaan. Di atas lahan 30 hektare, proyek tersebut mampu menghadirkan lebih dari 100 ribu unit. Jika dibangun dalam bentuk rumah tapak, kebutuhan lahannya bisa mencapai ribuan hektare.

“Tanah makin mahal, makin jarang, dan kita tidak boleh menggunakan lahan sawah atau daerah aliran sungai karena berisiko banjir,” tegasnya.

Ara menekankan, pembangunan hunian vertikal di kawasan perkotaan merupakan strategi untuk menyeimbangkan kebutuhan perumahan rakyat dengan perlindungan lahan produktif, sejalan dengan visi ketahanan pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6