Hutama Karya Kantongi Kredit Rp 13,6 Triliun untuk Proyek Tol Betung-Tempino-Jambi

Ruas Tol Betung (Simpang Sekayu)-Tempino-Jambi direncanakan memiliki panjang sekitar 170,73 km.

Diterbitkan 24 Februari 2026, 18:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Hutama Karya (Persero) menandatangani perjanjian fasilitas kredit dari sindikasi perbankan untuk pembiayaan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Betung-Tempino-Jambi.

Nilai fasilitas pembiayaan yang ditandatangani mencapai Rp 13,645 triliun. Direalisasikan melalui skema sindikasi yang melibatkan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI), PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), PT Bank Central Asia Tbk (BCA), serta PT Bank Mega Tbk.

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Mardiansyah menjelaskan, ruas Tol Betung (Simpang Sekayu)-Tempino-Jambi direncanakan memiliki panjang sekitar 170,73 km.

Ruas tol ini merupakan koridor utama Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang menghubungkan Betung di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, hingga Kota Jambi, Jambi. "Keberadaan ruas ini diproyeksikan dapat mengefisiensikan perjalanan, dimana menurut kajian Core Indonesia (2024), penghematan waktu tempuh ruas ini sekitar 59,05 persen," jelas dia, Selasa (24/2/2026).

"Dengan struktur pendanaan yang semakin solid, pelaksanaan pembangunan diharapkan berjalan lebih konsisten sehingga manfaat ekonomi dan konektivitas dapat dirasakan secara bertahap," dia menambahkan.

Kredit Sindikasi Perbankan untuk Biayai Proyek Perjanjian fasilitas kredit dari sindikasi perbankan ini merupakan langkah strategis untuk memenuhi porsi pendanaan proyek.

 

Dukungan Konsorsium Perbankan

Mardiansyah menilai, dukungan dari konsorsium perbankan dan lembaga non-keuangan mencerminkan kepercayaan serta komitmen yang kuat terhadap pembangunan infrastruktur.

"Kami optimistis sinergi yang telah terbangun akan terus berlanjut dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat, sekaligus memperkuat fondasi perekonomian nasional menuju Indonesia yang maju, tangguh, dan berdaya saing global," tuturnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6