94 Ribu Ha Sawah Sumatera Rusak, Mentan Target Pulih 6 Bulan

Kementerian Pertanian (Kementan) bakal memprioritaskan sawah dengan kerusakan ringan.

Diterbitkan 18 Februari 2026, 16:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tingkat kerusakan lahan sawah di Sumatera mencapai sekitar 92 ribu ha, imbas bencana meteorologi yang melanda Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat beberapa waktu lalu. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman target, seluruh lahan sawah ini bisa pulih dalam waktu 6 bulan.

"Antara 6 bulan sampai 1 tahun. Kita usahakan 6 bulan selesai semuanya," ujar Mentan Amran saat ditemui di Kompleks DPR RI, Jakarta, Rabu (18/2/2026).

Secara eksekusi, Kementerian Pertanian (Kementan) bakal memprioritaskan sawah-sawah dengan kerusakan ringan. Namun, ia berkomitmen untuk memulihkan seluruh area sawah secara paralel.

"Jadi yang kita dahulukan, prioritaskan adalah yang ringan. Yang ringan dulu supaya bisa kita tanami. Kemudian sedang, terakhir yang berat, tapi sebenarnya paralel," ucap dia.

Adapun dalam rapat koordinasi bersama DPR RI, Mentan Amran menyampaikan bahwa progres pemulihan sawah di tiga wilayah itu cukup menggembirakan. Lantaran tanah longsoran tergolong subur dan cocok untuk dilakukan penanaman.

"Tanah longsoran itu humus dan cukup subur. Sehingga hanya irigasi yang perlu diperbaiki dan kita segera lakukan penanaman," ujar Mentan dalam Rapat Koordinasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera bersama DPR RI.

 

39 Ribu Ha Sawah Sudah Ditanam Ulang

Dari total 94 ribu ha sawah yang rusak, Kementerian Pertanian (Kementan) telah melakukan penanaman ulang sekitar 39 ribu ha. Ia pun memastikan kebutuhan pangan dalam kondisi aman untuk 3 bulan ke depan.

"Hari ini kita sudah kirim penanaman kurleb 39 ribu hektare. insya allah sektor pertanian khusus pangan ketersediaan pangan cukup 3 bulan ke depan dan stok nasional alhamdullilah tertinggi yaitu 3,5 juta ton," jelasnya.

Lebih lanjut, Amran menyampaikan, total bantuan negara yang telah terealisasi saat ini mencapai Rp 1,52 triliun. Terdiri dari bantuan reguler oleh Badan Pangan Nasional sebesar Rp 1 triliun, serta bantuan non reguler dari mitra dan kementerian terkait Rp 75,8 miliar.

"Stok beras di lapangan kurang lebih 100 ribu ton atau 3 bulan kebutuhan di lapangan," kata Mentan Amran.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6