Rempang Batam Makin Damai, Mentrans Iftitah Berikan 16 Kapal Nelayan ke Warga

Rempang, Batam menjadi salah satu rencana pemerintah untuk kawasan transmigrasi lokal. Menteri Transmigrasi Iftitah berharap bantuan kapal bantu ekonomi warga.

Diterbitkan 17 Februari 2026, 10:29 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Transmigrasi (Mentrans), M Iftitah Sulaiman Suryanagara telah menyalurkan 16 unit kapal nelayan kepada warga Rempang, Batam, Kepulauan Riau. Dia mencatat iklim investasi di Batam bakal semakin positif seiring kondisi yang damai.

Iftitah mengatakan, bantuan kapal nelayan untuk membantu peningkatan ekonomi masyarakat. Mengingat lagi, Rempang masuk salah satu rencana pemerintah untuk menjadi kawasan transmigrasi lokal.

"Sekarang ini kami laporkan juga ada 16 kapal nelayan yang sudah kami berikan kepada masyarakat, dan harapannya mereka tidak hanya sekedar pindah ke tempat yang baru tapi juga ada pekerjaan yang terus menghasilkan pendapatan untuk kesejahteraan mereka," ungkap Iftitah, dalam perayaan Tahun Baru Imlek, di Batam, Kepulauan Riau, dikutip Selasa (17/2/2026).

Asal tahu saja, Rempang Eco City yang masuk daa Proyek Strategis Nasional (PSN) ini sempat mendapat penolakan dari warga lokal. Sejumlah menteri sempat datang untuk meyakinkan. Iftitah sendiri mengakui saat ini konflik sudah lebih mereda.

Kondisi tersebut diharapkan akan berdampak positif terhadap investasi yang masuk ke Batam, termasuk kawasan Rempang.

"Selama satu tahun terakhir ini situasinya juga lebih cenderung, damai, peaceful sehingga menghadirkan iklim investasi yang juga cukup nyaman untuk semuanya. Itu yang nanti akan kami terus bangun," kata dia.

Kunjungi Rumah Relokasi Rempang Eco City

Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman melakukan kunjungan ke Rempang Eco City sebagai bagian dari tindak lanjut arah kebijakan pemerintah dalam mengembangkan kawasan tersebut.

Dalam kunjungannya, ia menekankan pentingnya kembali ke konsep dasar transmigrasi sebagai pendukung industrialisasi, sejalan dengan visi Presiden dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

"Transmigrasi ke depan akan back to basic, sebagaimana dulu disampaikan oleh Wakil Presiden Muhammad Hatta pada 1946, bahwa tujuan awalnya adalah industrialisasi besar-besaran di luar Pulau Jawa untuk menciptakan ekosistem pertumbuhan ekonomi baru," ujar Iftitah saat kunjungan Ke Rumah Relokasi Rempang Eco City, Rabu, 26 Februari 2026.

Dukung Industrialisasi

Mentrans mengatakan selama ini terjadi sedikit penyimpangan dalam implementasi transmigrasi. Seharusnya, pembangunan industri dilakukan terlebih dahulu sebelum memindahkan penduduk, bukan sebaliknya.

Oleh karena itu, konsep baru transmigrasi akan difokuskan untuk mendukung industrialisasi secara sistematis, bukan sekadar pemindahan penduduk.

"Rempang dipilih karena memiliki potensi industri yang sangat besar, termasuk dalam sektor manufaktur berbasis pasir silika untuk produksi kaca," ucap Muhammad Iftitah.

Potensi Investasi

Dengan investasi yang telah disetujui pemerintah pusat sebesar Rp 198 triliun, angka ini bahkan diprediksi akan meningkat hingga lebih dari Rp 300 triliun.

Selain itu, keberadaan industri ini diyakini akan menyerap hingga 85.000 tenaga kerja dalam lima tahun ke depan, yang berpotensi menghapus angka pengangguran di Kepulauan Riau yang saat ini mencapai 70.000 orang.

"Kita tidak ingin sekadar memindahkan masyarakat, tetapi membangun kehidupan yang lebih baik dengan ekosistem ekonomi yang berkelanjutan," ia menambahkan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6