Menkeu Purbaya: Kita Ingin Wong Cilik Bisa Senyum

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menuturkan, pemerintah membawa paradigma baru untuk ekonomi Indonesia yakni pro pertumbuhan dan rakyat.

Diterbitkan 13 Februari 2026, 20:47 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sardewa (Menkeu Purbaya) menegaskan, pemerintah Indonesia hanya ingin masyarakat kecil sekalipun bisa tersenyum saat ini. Caranya dengan memajukan ekonomi Indonesia.

Purbaya mengatakan, pemerintah mengusung paradigma baru untuk pengelolaan ekonomi Indonesia. Pro pertumbuhan dan pro rakyat dengan menjaga pertumbuhan ekonomi yang tinggi, pemerataan kesejahteraan, dan stabilitas nasional.

"Pokoknya kita maunya wong cilik katanya iso gemuyu (orang kecil bisa tertawa),” ujar dia dalam paparan saat Indonesia Economic Outlook 2026, di Wisma Danantara, Jumat (13/2/2026).

Dia menuturkan, merangkai kebijakan ini membutuhkan sinergi lintas lembaga, terutama koordinasi fiskal-monetar termasuk dengan optimalisasi peran Danantara. 

Dari sisi fiskal, kata dia, APBN berperan sebagai katalis dan instrumen kontra-siklikal untuk mendorong pertumbuhan melalui program penggulan perlindungan sosial yang tepat sasaran, dukungan dunia usaha, optimalisasi penerimaan, dan disiplin fiskal.

"Jadi kita sedikit mengorbankan fiskal dalam sisi defisit dari 2,5% sekian ke arah 2,9%. Itu adalah program kontra-fiskal yang kita kerjakan untuk membalik ekonomi dari yang turun, sekarang jadi mulai naik. Tapi itu kita lakukan tanpa mengorbankan kehatian-kehatian fiskal,” jelasnya.

 Makanya, kata Purbaya, defisit Indonesia masih terjaga di 3% dari PDB dan utang juga masih terkendali. Bahkan, ia meyakini, momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat tahun 2025 akan terus berlanjut hingga tahun 2026. 

"Prediksi kita di triwulan pertama ekonomi kita bisa tumbuh antara 5,5% sampai 6%. Itu seperti angka biasa ya. Tapi ini angka yang luar biasa. Karena kalau ini terjadi, berarti kita sudah keluar dari kutukan pertumbuhan 5%. Belanja negara di kuartal 1 2026 ini akan mencapai Rp809 triliun,” ungkapnya

 

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Lebih Tinggi dari Negara Lain

Sebelumnya, Menko Airlangga pernah mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih tinggi dari sejumlah negara maju. Menko Airlangga mengatakan, pertumbuhan ekonomi 5,11 persen sepanjang 2025 lebih tinggi dari China hingga Uni Eropa.

Diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2025 sebesar 5,39 persen. Sehingga secara setahun penuh, ekonomi RI naik 5,11 persen. Angka ini lebih tinggi dari China, Arab Saudi, hingga Uni Eropa.

"Tadi diumumkan bahwa pertumbuhan kita di triwulan ke empat 5,39 persen. Jadi ini adalah pertumbuhan tertinggi dalam 4 kuartal terakhir, dan secara year on year adalah 5,11 persen. Dan pertumbuhan ini lebih tinggi dari China yang 5 persen, Arab Saudi 4,5 persen, EU hanya tumbuh 1,5 persen," kata Airlangga dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2026, di Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026.

Dia mengatakan, angka tersebut menjadi fondasi awal untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat kedepannya. Dalam penjelasannya, pertumbuhan ekonomi tadi ditopang sektor konsumsi yang tumbuh 5,11 di kuartal IV-2025 dan 4,98 persen sepanjang 2025.

"Ini didukung oleh program realisasi bantuan langsung tunai kesra yang disalurkan di akhir tahun sesuai dengan arahan Ibu Bapak Presiden. Kemudian investasi juga tumbuh positif 6,12 persen ditunjang oleh percepatan belanja pemerintah yang tumbuhnya 44,2 persen," kata dia.

"Jadi ini pemerintah mengelontorkan belanja di Q4, san ini juga mendukung stimulus dan daya beli serta akselerasi ekonomi," imbuhnya.

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2025

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 atau full year mencapai 5,11%. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tersebut melenceng dari prediksi Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.

Sebelumnya, Menkeu Purbaya memprediksi pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 di kisaran 5,2%. Namun, nyatanya di bawah prediksinya.

"Secara kumulatif ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2025 tumbuh sebesar 5,11%," ujar Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti, dalam konferensi pers BPS, Kamis (5/2/2026).

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6