Kejar Panen 10.000 Ha di Papua Selatan pada 2026, Infrastruktur Dikebut

Pembangunan infrastruktur pendukung Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP) di Wanam, Papua Selatan dikebut.

Diterbitkan 11 Februari 2026, 12:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melakukan percepatan pembangunan infrastruktur pendukung Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP) di Wanam, Papua Selatan. Untuk mendukung target Presiden Prabowo Subianto agar lahan seluas minimal 10.000 ha dapat mulai panen pada tahun ini. 

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, pihaknya bersama Agrinas dan Pemerintah Kabupaten Merauke tengah bekerja intensif untuk memastikan kesiapan infrastruktur dasar. Khususnya pengendalian banjir, pembangunan jaringan irigasi, serta konektivitas jalan menuju kawasan cetak sawah.

"Saya ingat betul arahan Bapak Presiden, tahun ini minimal 10.000 hektare sudah mulai panen. Karena itu Kementerian PU, Agrinas, dan Pemkab Merauke harus bergerak bersama agar target tersebut bisa tercapai," kata Dody dalam keterangan tertulis, Rabu (11/2/2026).

Menurut dia, saat ini progres pembukaan akses jalan dan pengendalian kawasan rawa terus berjalan. Beberapa kendala sosial telah ditangani melalui pendekatan dialog dengan masyarakat setempat, sehingga pelaksanaan pekerjaan dapat berjalan lancar tanpa hambatan di lapangan.

"Kita sedang mengejar proses. Yang paling mendesak adalah pengendalian banjir dan pembangunan saluran primer sampai Km 38 sementara waktu. Jangan sampai saat Agrinas mulai pekerjaan cetak sawah, irigasi kita belum siap. Begitu cetak sawah selesai, saluran primer harus sudah tersedia dan air tawar untuk padi sudah mengalir," tuturnya. 

Untuk mendukung kebutuhan air irigasi 10.000 hektare lahan sawah, Kementerian PU melalui Ditjen Sumber Daya Air tengah menghitung potensi sumber air dari rawa di Km 39. 

 

 

Alternatif Suplai Air

 

Apabila kapasitasnya belum mencukupi, alternatif suplai air akan ditarik dari rawa yang lebih besar di kawasan Angkias (Km 58). Kajian teknis perencanaan sedang dilakukan guna memastikan kecukupan debit air sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan.

Di sisi konektivitas, pembangunan Jalan Kawasan Strategis Penghubung Produksi (KSPP) Wanam-Muting menjadi tulang punggung distribusi logistik, serta mobilisasi alat dalam mendukung program cetak sawah dan produksi pangan.

Pada Segmen II, Kementerian PU telah melaksanakan pembangunan jalan sepanjang kurang lebih 80,02 km. Dilengkapi jembatan total 480 meter di tiga lokasi serta box culvert di empat lokasi. Pekerjaan didukung 35 unit excavator, 7 unit bulldozer, 8 unit compactor, dan 2 unit grader.

Sementara pada Segmen I, akan dilakukan pembangunan sepanjang 58,00 km l, dengan lebar badan jalan 7,5 meter dan bahu jalan 1,5 meter. Infrastruktur pendukung mencakup empat unit jembatan (tiga bentang 50 meter dan satu bentang 40 meter), pile slab sepanjang 6,1 km lebar 11 meter, serta 17 unit box culvert. 

 

 

 

 

Jaga Stabilitas Tanah 

Pekerjaan di kawasan rawa membutuhkan metode konstruksi khusus agar tetap menjaga stabilitas tanah dan keberlanjutan lingkungan.

"Kita dikejar waktu. Tahun ini harus bisa beroperasi penuh. Tapi kita tetap bekerja cepat tanpa merusak lingkungan dan memastikan kualitas konstruksi tetap terjaga," imbuh Dody.

Dody juga menekankan pentingnya pendekatan sosial kepada masyarakat adat sebagai bagian tak terpisahkan dari percepatan proyek strategis ini.

"Pendekatan dengan masyarakat tetap kita lakukan. Harapannya tidak ada lagi hambatan di lapangan. Pembangunan ini untuk kesejahteraan bersama, khususnya mendukung kemandirian pangan nasional sesuai arahan Presiden," pungkasnya. 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6