Sowan ke Gubernur BI, Thomas Djiwandono: Belum Ada Penugasan Khusus

Deputi Gubernur BI terpilih Thomas Djiwandono menuturkan, penugasan khusus baru akan diumumkan usai proses kelembagaan selesai.

Diterbitkan 29 Januari 2026, 08:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) terpilih, Thomas Djiwandono, menegaskan hingga saat ini belum ada penugasan khusus yang diberikan kepadanya. Ia menyampaikan statusnya masih sebagai deputi gubernur terpilih dan belum resmi menjalankan tugas kelembagaan di Bank Indonesia.

"Saya tekankan tidak ada tidak ada penugasan khusus belum ada,” kata Thomas dalam Media Briefing di Kantor Kemenkeu, Jakarta, ditulis Kamis (29/1/2026).

Thomas menjelaskan, sebelum memberikan pernyataan tersebut, dirinya baru saja bertemu dan berdiskusi langsung dengan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. 

Pertemuan itu dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan komunikasi awal, mengingat proses pengangkatannya belum sepenuhnya rampung.

"Saya tadi baru baru saja sebelum ini bicara  khusus dengan Pak Gubernur Bank Indonesia kita sangat saya sowan ke beliau ya apa saya ini masih terpilih,” ujarnya.

Pembahasan Penugasan Akan Diumumkan Setelah Proses Resmi

Dalam pertemuannya dengan Gubernur BI, Thomas mengungkapkan berbagai hal telah dibahas, termasuk kemungkinan penugasan khusus ke depan. Namun, ia menekankan bahwa keputusan terkait penugasan tersebut belum ditetapkan dalam waktu dekat.

Menurut dia, penugasan khusus baru akan dicetuskan dan diumumkan secara resmi setelah seluruh proses kelembagaan selesai. Salah satu tahapan penting yang masih harus dilalui adalah proses di Mahkamah Agung sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Tapi saya tetap merasa sowan ke Pak Gubernur tadi saya kesitu kita membahas banyak hal soal penugasan khusus nanti akan di cetuskan akan diumumkan. Mungkin nanti sesudah saya apa melalui proses di Mahkamah Agung nanti,” ungkapnya.

Bantah Isu Jadi Gubernur BI

Selain itu, Thomas Djiwandono menegaskan bahwa proses penunjukannya sebagai Deputi Gubernur BI berjalan sesuai mekanisme yang berlaku.

Keponakan Presiden Prabowo Subianto ini membantah isu yang menyebut dirinya sejak awal ditunjuk atau dipersiapkan untuk menjadi Gubernur Bank Indonesia.

"Soal (penunjukan) Gubernur BI, tidak," pungkasnya.

 

 

 

Jadi Deputi Gubernur BI, Thomas Djiwandono Pastikan Independensi Bank Sentral Tetap Terjaga

Sebelumnya, Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) terpilih, Thomas Djiwandono, membeberkan nilai tambah (value added) yang dapat ia kontribusikan saat bergabung dengan Bank Indonesia.

Menurut Thomas, peran yang akan ia jalankan di BI pada dasarnya sejalan dengan pengalaman yang ia miliki ketika bergabung di Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

"Mengenai value added saya masuk. Value added saya di BI sama juga sama value added saya masuk ke Kemenkeu ya kan proses saya masuk ke Kemenkeu pun juga mungkin bisa diingat saya waktu itu tim transisi di bagian ekonomi," kata Thomas dalam Media Brieding di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Thomas mengingatkan, proses dirinya masuk ke Kemenkeu sebelumnya juga berangkat dari peran dalam tim transisi di bidang ekonomi. Saat itu, ia terlibat langsung dalam proses perancangan kebijakan fiskal, termasuk membantu penyusunan anggaran negara agar selaras dengan arah kebijakan Presiden.

"Salah satu yang sebetulnya membantu ke Kemenkeu dalam hal itu di bawah Bu Sri Mulyani dan di bawah Presiden Jokowi merancang anggaran tahun berikutnya untuk supaya Presiden anggaran selanjutnya itu masuk," ujarnya.

Pengalaman tersebut, kata Thomas, membentuk pemahamannya dalam melihat kebijakan ekonomi secara menyeluruh. Ia menilai pendekatan serupa dapat diterapkan di BI, khususnya dalam menjaga kesinambungan komunikasi kebijakan tanpa mengesampingkan koridor hukum yang berlaku.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6