Harga Daging Sapi Mahal, Pedagang Mogok Jualan di Pasar Gondangdia

Mogok pedagang daging sapi bikin lapak kosong di Pasar Gondangdia Jakarta Pusat.

Diterbitkan 23 Januari 2026, 21:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah lapak pedagang daging sapi di Pasar Gondangdia, Jakarta Pusat, terpantau tidak beroperasi pada Kamis. Kondisi tersebut merupakan dampak dari aksi mogok pedagang yang dipicu tingginya harga daging sapi dalam beberapa waktu terakhir.

Pantauan di lokasi menunjukkan area penjualan daging sapi tampak kosong. Berbeda dengan lapak daging sapi, pedagang ayam dan ikan masih terlihat melayani pembeli seperti biasa. Tingginya harga daging sapi dinilai menekan permintaan, sehingga pedagang memilih menghentikan sementara aktivitas jual beli.

“Tukang daging enggak buka semua, banyak yang libur. Lagi pada demo karena harganya kemahalan,” ujar Mahmud (65), pedagang ikan di Pasar Gondangdia, dikutip dari Antara, Jumat (23/1/2026).

Menurut Mahmud, kondisi ini baru terjadi dalam beberapa hari terakhir seiring lonjakan harga daging sapi yang dinilai tidak lagi terjangkau bagi banyak pembeli. Situasi tersebut berdampak langsung pada aktivitas pasar, meski secara umum suasana Pasar Gondangdia masih terbilang ramai.

Sejumlah pedagang lain memperkirakan aksi mogok ini bersifat sementara dan berharap ada respons cepat dari pemerintah agar harga kembali stabil dan aktivitas jual beli dapat berjalan normal.

 

Memilih Tutup

Pedagang ayam di Pasar Gondangdia, Deni (40), mengatakan bahwa sehari sebelumnya masih ada beberapa pedagang daging sapi yang berjualan, meski dengan harga yang cukup tinggi. Namun, pada hari ini sebagian besar lapak daging memilih tutup.

“Kemungkinan besok ada lagi (demo). Kalau kemarin sih masih jualan,” katanya.

Absennya pedagang daging sapi membuat sebagian warga mengalihkan pilihan belanja ke sumber protein lain. Ayam dan ikan menjadi alternatif utama karena harganya relatif lebih stabil dibandingkan daging sapi.

Salah satu pembeli, Amel (27), mengaku memilih membeli ayam dan ikan karena harga daging sapi belum menunjukkan tanda-tanda penurunan, terutama menjelang bulan Ramadan.

“Saya ganti ke yang lain, ayam atau ikan kalau daging sapi tetap naik pas puasa,” katanya.

Meski demikian, ada pula warga yang tetap berencana membeli daging sapi meski dengan jumlah terbatas. Mereka menilai daging sapi masih dibutuhkan untuk konsumsi keluarga, meski harus menyesuaikan anggaran belanja.

 

Beli Sedikit

Seorang pembeli lainnya, Nita (31), mengatakan tetap akan membeli daging sapi meski harganya mahal, namun dengan porsi yang lebih sedikit.

“Kalau saya kayaknya bakal tetap beli untuk keluarga. Meski mahal, paling belinya setengah saja,” ujarnya.

Secara umum, aktivitas pasar tetap berjalan normal meski lapak daging sapi banyak yang tutup. Warga berharap pasokan segera kembali normal agar harga daging sapi bisa lebih terkendali dalam waktu dekat.

Sebelumnya, bandar sapi potong dan pedagang daging di pasar tradisional se-Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) melakukan aksi mogok dagang selama tiga hari, mulai Kamis (22/1/2026) hingga Sabtu (24/1/2026).

Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (DPD APDI) DKI Jakarta, Wahyu Purnama, mengatakan aksi ini merupakan respons atas kenaikan harga daging sapi yang dirasakan semakin memberatkan masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawah dan pelaku UMKM.

Pihaknya pun meminta Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi tingginya harga sapi di pasaran.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6