Prabowo Undang Investor Global Datang ke Bali pada Juni 2026

Presiden Prabowo Subianto menuturkan, Indonesia bakal menggelar Ocean Impact Summit (OIS) 2026 bersama dengan investor AS Ray Dalio.

Diterbitkan 23 Januari 2026, 00:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah investor global untuk hadir ke Bali, Indonesia pada Juni 2026. Untuk berpartisipasi dalam acara Ocean Impact Summit (OIS) bekerjasama dengan World Economic Forum (WEF).

Undangan itu disampaikannya dalam forum internasional World Economic Forum (WEF) Davos, Kamis (22/1/2026).

"Saya berharap dapat bertemu dengan kebanyakan dari Anda di ruang ini di Bali pada Juni (2026), saat kita menjadi tuan rumah Ocean Impact Summit pertama bersama dengan World Economic Forum," kata Prabowo.

Prabowo mengatakan, Indonesia bakal menggelar OIS 2026 bersama dengan investor kenamaan asal Amerika Serikat (AS), Ray Dalio melalui inisiatif eksplorasi laut nirlaba Ocean X.    

Adapun dalam WEF Davos, Prabowo turut meyakini kerja sama perdagangan yang adil tidak akan mengancam kedaulatan negara. Maka dari itu, ia mengajak kepada setiap negara yang hadir di World Economic Forum (WEF) di Davos untuk kerja sama berdagang dengan Indonesia. 

"Kami meyakini bahwa integrasi perdagangan, jika dilakukan secara adil, bukanlah ancaman terhadap kedaulatan,” katanya.

RI 1 menyampaikan, Indonesia sangat menjunjung kerja sama yang saling menguntungkan. Ia menyatakan, Indonesia tidak takut pada integrasi ekonomi. Indonesia menyelesaikan perjanjian perdagangan bukan karena sedang tren, melainkan karena memang dibutuhkan.

"Kami percaya pada konsep perdagangan yang saling menguntungkan (win-win),” tuturnya.

Prabowo mencontohkan, penandatanganan kerja sama dengan Eropa, Kanada, Peru, dan Eurasia. Kerja sama yang dibangun dengan model Perjanjian Perdagangan Bebas dan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif.

"Saya juga baru saja mengunjungi Inggris untuk menandatangani Kemitraan Strategis Baru,” ucapnya.

Semua ini, kata Prabowo, merupakan bagian dari strategi pemerintahannya untuk memperdalam produktivitas, mengurangi hambatan, dan membuka pertumbuhan sektor swasta. Menurut dia, perdagangan adalah alat untuk mencapai kemakmuran.

 

Prabowo Pamer Danantara Jadi Kekuatan Masa Depan Indonesia di WEF Davos

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memperkenalkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) kepada publik internasional dalam forum internasional World Economic Forum (WEF) Davos, Swiss pada Kamis (22/1/2026).

Pada kesempatan itu, Prabowo menyampaikan maksud pembentukan Danantara pada Februari 2025. Lantaran pertumbuhan ekonomi membutuhkan tata kelola negara dan pemasukan modal, khususnya alokasi dan realisasi modal yang efisien. 

"Danantara berarti energi untuk menggerakkan masa depan Indonesia. Danantara merupakan sovereign wealth fund (SWF) dengan aset kelolaan mencapai USD 1 triliun," ujar Prabowo. 

"Dengan Danantara, saya bisa berdiri di sini di hadapan Anda sebagai mitra yang setara. Indonesia saat ini bukan hanya negara dengan kedamaian dan stabilitas, tak hanya negara dengan peluang besar," tegasnya. 

 

 

 

Alasan Bangun Danantara

Bersama Danantara, kata Prabowo, Indonesia kini mampu berinvestasi dengan negara luar. Danantara disebutnya hadir untuk membiayai industri masa depan yang akan dijalankan oleh Indonesia. 

"Itulah mengapa kami membangun Danantara dengan pengawasan yang kuat dan tanggung jawab kelembagaan. Kami berupaya menemukan kepala eksekutif terbaik untuk memimpinnya, baik warga negara Indonesia maupun asing," ucap Prabowo. 

"Inilah sebenarnya bagaimana kita sekarang menjalankan Indonesia. Mulai dari program-program sosial kita,hingga upaya kita untuk memanfaatkan sumber daya alam kita secara maksimal,hingga upaya kita untuk mencapai swasembada pangan dan energi. Semuanya kini disertai dengan pengawasan yang ketat, dan para pemimpin yang cakap," tuturnya. 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6