Kementerian ESDM Alokasikan Anggaran 2026 untuk Sederet Program Ini

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memaparkan sejumlah rencana dari anggaran Rp 9,34 triliun yang didapatkan.

Diterbitkan 22 Januari 2026, 20:55 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian ESDM memperoleh alokasi anggaran 2026 dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) sebesar Rp 10,12 triliun. Namun, setelah dilakukan efisiensi oleh Kementerian Keuangan, anggaran tersebut mengalami penyesuaian.

"Untuk program 2026 kita mendapat dalam DIPA kita itu anggaran kita sebesar Rp 10,12 triliun,” ujar Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam rapat dengan DPR, Kamis (22/1/2026).

Setelah proses penyisiran anggaran, total dana yang dapat digunakan menjadi Rp 9,34 triliun. Anggaran tersebut akan difokuskan pada pembangunan infrastruktur dan program yang menyentuh langsung masyarakat.

"Setelah dilakukan efisiensi penyisiran dari Kementerian Keuangan tinggal Rp 9,34 triliun dan ini kita dorong untuk membangun listrik desa, kemudian kita bangun pipa kemudian Jargas dan beberapa program kerakyatan lainnya,” kata Bahlil.

Program-program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memperluas akses energi sekaligus mendukung target pembangunan nasional di sektor energi.

Sebelumnya, Bahlil mengungkapkan konsumsi listrik nasional per kapita mengalami peningkatan sepanjang 2025, seiring dengan perluasan akses kelistrikan hingga ke wilayah pedesaan. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan kenaikan konsumsi tersebut dalam rapat bersama DPR.

“Konsumsi listrik per kapita itu naik dari 2024 sebesar 1.411 2025 jadi 1.584 kwh per kapita,” ujar Bahlil dalam Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR RI, Kamis, 22 Januari 2026.

Peningkatan konsumsi listrik tersebut berjalan beriringan dengan pelaksanaan program listrik desa. Pemerintah mengalokasikan anggaran khusus untuk mempercepat penyediaan listrik di desa dan dusun yang belum teraliri. Berdasarkan data Kementerian ESDM, masih terdapat sekitar 5.700 desa dan 4.400 dusun yang belum menikmati akses listrik.

"Di program 2025 kami juga menyampaikan bahwa kita dapat alokasi anggaran sekitar Rp 4 triliun untuk masuk dalam program listrik desa,” kata Bahlil.

Melalui program tersebut, pemerintah mampu menyelesaikan elektrifikasi di 1.516 lokasi dengan bantuan pemasangan langsung kepada 205.968 rumah tangga. Selain itu, sejumlah proyek strategis lain juga diresmikan pada 2025, termasuk yang terkait dengan hilirisasi dan pengembangan energi baru terbarukan (EBT).

 

Anggaran Kementerian ESDM 2026 Disepakati Rp 21,67 Triliun

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kementerian ESDM) mendapat anggaran Rp 21,67 triliun pada 2026. Anggaran ini naik drastis dari pagu awal Rp 8,12 triliun.

Kenaikan anggaran ini telah disetujui Komisi XII DPR dalam Rapat Kerja dengan Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung. Anggaran ini akan digunakan untuk beragam program prioritas, termasuk pembangunan listrik desa (Lisdes).

"Pagu Anggaran Awal Kementerian ESDM TA 2026 adalah sebesar Rp 8,12 triliun, dengan komposisi anggaran Rupiah Murni (RM) sebesar Rp4,82 triliun, Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Rp 2,69 triliun dan Badan Layanan Umum (BLU) Rp0,61 triliun," ujar Yuliot, di Kompleks Parlemen, Jakarta, ditulis Kamis (4/9/2025).

Beberapa program yang jadi prioritas di antaranya, pembangunan jaringan gas kota (jargas), kegiatan eksplorasi migas dan batubara, serta program peningkatan rasio elektrifikasi melalui pembangunan Lisdes.

"Untuk melanjutkan percepatan visi misi Bapak Presiden, pada Tahun Anggaran 2026, Kementerian ESDM mendapatkan anggaran tambahan Rp 8,55 triliun yang akan digunakan untuk meningkatkan rasio elektrifikasi melalui pembangunan Listrik Desa yang mendapatkan tambahan anggaran sebesar Rp 5 triliun dan akan digunakan untuk infrastruktur listrik di 1.135 lokasi," ungkap Yuliot.

Belanja Infrastruktur

Selain program tersebut, belanja infrastruktur Kementerian ESDM pada TA 2026 juga direncanakan untuk kepentingan masyarakat, seperti pemberian konverter kit untuk nelayan, pembangunan jargas, serta bantuan pasang baru listrik bagi masyarakat kurang mampu.

Sebagian anggaran tambahan juga akan dialokasikan untuk kegiatan swakelola, antara lain studi kajian migas di 10 open area, persiapan dan promosi penawaran wilayah kerja migas, serta kegiatan eksplorasi mineral dan batubara dengan target rekomendasi masing-masing 9 dan 10 lokasi.

Butuh Rp 64,09 Triliun Buat Terangi Seluruh Rumah 

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat butuh total anggaran Rp 64,09 triliun agar semua rumah bisa teraliri listrik hingga 2029 mendatang. Jumlah ini mayoritas digunakan untuk listrik desa (Lisdes). 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6