Prediksi Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini 8 Januari 2026, Berpotensi Melemah ke Level Segini

Analis prediksi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akan kembali melanjutkan koreksi pada perdagangan Kamis, (8/1/2026).

Diterbitkan 08 Januari 2026, 08:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pengamat Ekonomi, Mata Uang & Komoditas Ibrahim Assuaibi, memproyeksikan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akan kembali melemah pada perdagangan hari ini, Kamis, 8 Januari 2026 di rentang 16.780 hingga 16.810. Pasar dinilai masih akan mencermati perkembangan dampak dari serangan Amerika Serikat (AS) ke Venezuela sehingga membayangi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

"Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang  Rp 16.780- Rp 16.810," kata Ibrahim dalam keterangannya, Kamis (8/1/2026).

Adapun pada penutupan perdagangan Rabu, 7 Januari 2026, rupiah ditutup melemah di level 16.780 terhadap dolar AS.

Ibrahim menuturkan, faktor yang mempengaruhi pelemahan rupiah di antaranya, pertentangan pendapat terkait suku bunga dana Federal Reserve (the Fed). Gubernur Fed Stephen Miran, aktivitas bisnis AS tetap solid, tetapi hal itu membenarkan perlunya suku bunga yang lebih rendah. 

Bertentangan dengan pendapatnya, Presiden Fed Richmond Thomas Barkin menyatakan suku bunga dana Fed berada dalam level netral, yang tidak merangsang maupun menghambat aktivitas ekonomi. 

Ia menuturkan, kontrak berjangka dana Fed masih memperkirakan sekitar 82% kemungkinan suku bunga akan tetap stabil pada pertemuan bank sentral AS berikutnya pada 27 hingga 28 Januari, menurut alat CME FedWatch. 

Kendati demikian, ketegangan geopolitik yang terus-menerus dan ekspektasi berkelanjutan akan dua kali pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve (Fed) tahun ini terus mendukung kenaikan harga emas secara lebih luas, menjaga harga tetap berada di sekitar rekor tertinggi. 

"Investor akan mengamati dengan cermat data penggajian non-pertanian untuk bulan Desember, yang akan dirilis Jumat, untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut tentang suku bunga. Kekuatan pasar tenaga kerja merupakan pertimbangan utama bagi Federal Reserve dalam mengubah suku bunga," ujarnya.

Invasi Amerika Serikat dan Venezuela

Di sisi lain, kata Ibrahim, invasi AS ke Venezuela juga tetap menjadi poin penting yang perlu diwaspadai oleh pasar. 

Presiden Donald Trump mengatakan Caracas telah setuju untuk memasok antara 30 juta hingga 50 juta barel minyak ke Amerika Serikat, setelah Washington menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro akhir pekan lalu. 

"Perselisihan diplomatik antara Jepang dan Tiongkok meningkat pekan ini setelah Beijing membatasi ekspor barang-barang dengan potensi aplikasi militer ke Jepang," ujarnya.

 

Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Disamping itu, pernyataan pemeringkat international seperti IMF dan Bank Dunia serta Bank Indonesia memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 dikisaran 5% turut mempengaruhi pelemahan rupiah.

"Namun, Menteri Kuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 6%, angka tersebut tidak sulit tercapai karena pihaknya telah menyiapkan sejumlah strategi," ujarnya. 

Sedangkan sejumlah strategi untuk mengerek pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6%, salah satunya akselerasi anggaran. Purbaya ingin agar belanja fiskal bisa digelontorkan di awal-awal tahun. Kemudian disinkronkan dengan kebijakan moneter dari Bank Indonesia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6