Harga Minyak Tergelincir Imbas Kekhawatiran Kelebihan Pasokan

Harga minyak Brent dan WTI kompak merosot seiring sentimen kelebihan pasokan dan perdamaian Ukraina-Rusia.

Diterbitkan 27 Desember 2025, 08:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga minyak turun lebih dari USD 1 per barel pada perdagangan Jumat, 26 Desember 2025. Koreksi harga minyak dunia mempertimbangkan kemungkinan kelebihan pasokan global dan penurunan premi risiko perang. Hal ini di tengah harapan kesepakatan perdamaian Ukraina menjelang pembicaraan akhir pekan ini antara Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskly dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Mengutip CNBC, Sabtu (27/12/2025), harga minyak Brent turun USD 1,03 atau 1,65% menjadi USD 61,21 per barel. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) susut USD 1,05 atau 1,8% menjadi USS 57,30.

Gangguan pasokan meski telah membantu harga minyak pulih dalam beberapa sesi terakhir dari titik terendah hampir lima tahun pada 16 Desember, harga minyak  berada di jalur penurunan tahunan paling tajam sejak 2020.

Harga minyak Brent dan WTI masing-masing turun 18% dan 20% sepanjang 2025. Hal ini seiring kenaikan produksi minyak mentah menimbulkan kekhawatiran akan kelebihan pasokan minyak menjelang tahun depan.

“Premi geopolitik telah memberikan dukungan harga jangka pendek, tetapi belum signifikan mengubah narasi kelebihan pasokan yang mendasarinya,” ujar Analis Aegis Hedging.

Pasokan minyak global tahun depan akan melebihi permintaan sebesar 3,84 juta barel per hari. Hal itu berdasarkan dari laporan pasar minyak Desember IEA.

Perhatian Tertuju pada Proses Perdamaian Rusia-Ukraina

Investor mengamati perkembangan dalam proses perdamaian Rusia-Ukraina dan kemungkinan dampaknya terhadap harga minyak di masa depan. Hal ini karena perjanjian perdamaian dapat menyebabkan pencabutan sanksi internasional terhadap sektor minyak Rusia.

 

 

Sentimen Rusia-Ukraina

Zelenskiy akan membahas masalah teritorial, hambatan utama dalam pembicaraan untuk mengakhiri perang, dengan Trump di Florida pada Minggu, karena kerangka kerja perdamaian 20 poin dan kesepakatan jaminan keamanan hampir selesai. Saat mengumumkan pertemuan tersebut, Zelenskiy mengatakan bahwa “banyak hal dapat diputuskan sebelum Tahun Baru.”

Seorang ajudan kebijakan luar negeri Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara kepada anggota pemerintahan AS setelah Moskow menerima proposal AS tentang kemungkinan kesepakatan perdamaian Ukraina.

"Dampak negatifnya tetap ada, yaitu peningkatan penyimpanan minyak global, dan sedikit kemajuan dalam pembicaraan perdamaian Ukraina-Rusia,” kata Wakil Presiden Senior Bidang Perdagangan di BOK Financial, Dennis Kissler.

Di tempat lain, Gedung Putih memerintahkan pasukan militernya untuk fokus pada “karantina” minyak Venezuela setidaknya selama dua bulan ke depan, yang menunjukkan bahwa Washington saat ini lebih tertarik menggunakan cara ekonomi daripada militer untuk menekan Caracas.

 

 

Sentimen Harga Minyak Lainnya

“Dampak global terhadap harga minyak mentah terlihat minimal saat ini,” kata Kissler tentang tindakan AS untuk mencegat kapal tanker minyak yang dikenai sanksi yang meninggalkan dan memasuki Venezuela.

Trump menuturkan, AS pada Kamis juga melakukan serangan terhadap militan ISIS di negara bagian Sokoto, Nigeria barat laut, berkoordinasi dengan pemerintah Nigeria.

"Serangan udara Nigeria yang digembar-gemborkan oleh Trump menargetkan ISIS dan tidak secara khusus berdampak pada jalur pipa minyak mentah atau terminal minyak. Oleh karena itu, para pedagang tetap berada di luar pasar dalam kondisi likuiditas tipis pada Boxing Day ini,” ujar analis pasar minyak senior di Sparta Commodities, June Goh.

Ladang minyak dan infrastruktur ekspor Nigeria sebagian besar terletak di selatan negara itu.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6