Hasil Indonesia vs Myanmar di Sea Games: Garuda Muda Kehilangan Bonus Rp 1 Miliar dari Prabowo

Kemenangan pada hasil Indonesia vs Myanmar belum cukup membawa Garuda Muda melangkah ke babak selanjutnya.

Diterbitkan 13 Desember 2025, 09:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Perjalanan skuad tim nasional Indonesia di kancah sepakbola Sea Games 2025 harus terhenti. Kemenangan pada hasil Indonesia vs Myanmar belum cukup membawa Garuda Muda melangkah ke babak selanjutnya.

Hasil ini membuat skuad Timnas Indonesia kehilangan peluang mendapat bonus dari Presiden Prabowo Subianto. Padahal, Kepala Negara sudah menyiapkan Rp 1 miliar.

Bonus itu bukan tanpa syarat. Bonus Rp 1 miliar hanya diberikan kepada para atlet peraih medali emas. Angka itu naik dari anggaran awal Rp 500 juta.

Angka itu muncul saat Prabowo melepas keberangkatan para atlet Sea Games 2025 di Istana Negara, Jakarta, Jumat (5/12/2025).

"Kita akan dorong, Menpora bagaimana yang dapat medali emas, akan kita kasih insentif? Rp 500 (juta)? Bisa dinaikkan jadi Rp 1 miliar begitu? Bisa? Mensesneg, bisa? Alhamdulillah!" janji Prabowo kala itu.

Sayangnya, laju Timnas Indonesia di cabang olahraga (cabor) sepakbola kini harus terhenti pasca hasil pertandingan Indonesia vs Myanmar. Padahal, Indonesia memegang medali emas Sea Games 2023 lalu.

Pesan Prabowo

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto resmi memberangkatkan kontingen Indonesia menuju SEA Games ke-33 di Thailand. Menurut dia, menjadi perwakilan bangsa di cabang olahraga menjadi sesuatu yang patut dihargai dan dihormati.

"Jadi putra kita, putri kita, yang membela kehormatan dan nama baik bangsa kita selalu akan menghargai, terima kasih. Untuk itu, bertandinglah dengan sepenuh hati, konsentrasi, keberanian, percaya diri, ya," pesan Prabowo saat memberikan pidato penyemangat di Istana Negara Jakarta, Jumat (5/12/2025).

 

Jaga Kedisiplinan

 

Prabowo berpesan, kepada semua atlet untuk menjaga kedisiplinan, tetap rendah hati dan juga berbuat yang terbaik. Sebab, kekuatan dari dalam terkadang mampu melebihi perkiraan manusia.

"Kalian harus gali kekuatan dari dalam mu. Yakinkan dirimu dulu, baru saudara akan mendapat suatu prestasi yang mungkin di luar dugaan orang," tegas Prabowo.

Bukan Semata Soal Uang

Meski menjanjikan Rp 1 miliar buat peraih medali emas Sea Games 2025, Prabowo menegaskan hal itu bukan semata menilai prestasi dengan materi.

"Jadi bukan semua dinilai dengan materi, tidak, tidak bisa, tapi kau harus yakin bangsa kita bangsa yang besar. Bangsa kita mengerti, menghormati jasa para pahlawannya. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang punya jiwa yang kuat. Ingat itu," tegas dia.

 

Timnas Indonesia U-22 Gagal ke Semifinal SEA Games 2025, Indra Sjafri: Saya yang Bertanggung Jawab!

Sebelumnya, Timnas Indonesia U-22 mengalami nasib tragis pada SEA Games 2025 setelah tersingkir di fase grup meski datang sebagai juara bertahan. Kemenangan 3-1 atas Myanmar pada matchday terakhir Grup C di 700th Anniversary Stadium, Chiang Mai, Jumat (12/12/2025), tetap belum mampu mengantar Garuda Muda ke semifinal.

Indonesia harus menerima kenyataan pahit karena kalah produktivitas gol dalam perebutan runner-up terbaik. Malaysia U-22 yang mencetak empat gol unggul tipis atas Indonesia yang hanya menorehkan tiga gol selama penyisihan.

Garuda Muda menutup Grup C dengan tiga poin dari dua laga yang mereka jalani. Pada pertandingan pertama, Indonesia kalah 0-1 dari Filipina sehingga posisi mereka langsung tertekan sejak awal.

Kondisi tersebut membuat hasil kemenangan atas Myanmar tidak cukup memperbaiki posisi Indonesia di klasemen. Selisih gol yang sama tetapi jumlah gol tercipta yang lebih sedikit membuat Indonesia harus tersingkir lebih cepat.

 

Indra Sjafri Minta maaf

Pelatih Timnas Indonesia U-22, Indra Sjafri, menyampaikan permintaan maaf usai kegagalan di SEA Games 2025. Ia menegaskan bahwa seluruh proses teknis dan hasil akhir merupakan tanggung jawabnya.

Indra yang baru kembali menangani tim sejak September 2025 itu menyatakan kecewa namun menerima konsekuensi tersebut. Dalam pernyataannya di mixed zone, ia menegaskan ulang bahwa masyarakat berhak mendapatkan hasil lebih baik.

Kegagalan ini mengingatkan pada periode kelam Timnas Indonesia 16 tahun lalu di SEA Games 2009 Laos. Kala itu, Indonesia juga gagal tampil di fase gugur meski membawa skuad yang sudah diseleksi ketat.

SEA Games 2025 pun berakhir dengan luka mendalam bagi Garuda Muda yang gagal mempertahankan gelar. Catatan buruk tersebut menjadi refleksi penting untuk langkah pembenahan di masa depan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6