Ketika Sorgum Disulap Jadi Bahan Bakar Pembangkit Listrik Pengganti Batu Bara

Sorgum bisa digunakan sebagai bahan baku biomassa yang akan dijadikan bahan bakar untuk mengurangi penggunaan batu bara.

Diterbitkan 04 Desember 2025, 23:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PLN Indonesia Power (PLN IP) melibatkan masyarakat dalam mengimplementasi transisi energi bersih, melalui penyediaan sorgum sebagai bahan baku biomassa yang akan dijadikan bahan bakar untuk mengurangi penggunaan batu bara.

Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta, mengatakan, melalui Unit Bisnis Pembangkitan Jawa Barat 2 Pelabuhan Ratu (UBP JPR) memanfaatkan sorgum sebagai bahan baku biomassa. PLN IP membuka jalan bagi pengurangan emisi karbon melalui program co-firing di PLTU, sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru bagi petani lokal, program ini adalah bagian dari strategi besar transisi energi Indonesia.

“Ini bukan sekadar proyek energi hijau, melainkan gerakan transformatif yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat Sukabumi dan lingkungan," kata Bernadus, Kamis (4/12/2025).

Dalam memenuhi kebutuhan biomassa tersebut, PLN IP pemberdayaan masyarakat di Kampung Cipatuguran, Pelabuhan Ratu, Sukabumi melalui kegiatan penanaman sorgum.

Menurut Bernadus, langkah ini bukan sekadar penanaman, tetapi sebuah gerakan strategis yang menghubungkan energi hijau, ketahanan pangan, dan ekonomi kerakyatan.

"Dukungan regulasi, investasi, dan komitmen semua pihak menjadi kunci kesuksesan scale-up program ini untuk mencapai dampak maksimal dalam agenda dekarbonisasi Indonesia,” lanjutnya.

 

Sorgum Jadi Solusi Jawab 2 Tantangan Besar

Bernadus mengungkapkan, sorgum sebagai solusi yang menjawab dua tantangan besar sekaligus, kebutuhan energi bersih dan kesejahteraan masyarakat. Dengan karakter yang adaptif terhadap lahan marginal dan iklim tropis, sorgum mampu tumbuh subur di berbagai kondisi, menjadikannya pilihan strategis untuk mendukung transisi energi sekaligus memperkuat ekonomi lokal.

Tanaman ini memiliki manfaat ganda yang nyata. Sebagai sumber pangan alternatif, sorgum memberikan pilihan nutrisi yang sehat bagi masyarakat. Selain itu, batang dan daunnya dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak, mendukung sektor peternakan di sekitar pembangkit.

Sorgum juga menjadi bahan baku industri, termasuk bioenergi, yang berperan penting dalam pengurangan emisi karbon melalui program co-firing di PLTU. Sorgum turut mendukung ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan, fungsinya sebagai cover crop membantu menjaga kualitas tanah, mencegah erosi, dan meningkatkan kesuburan lahan.

 

Buka Peluang Pendapatan Baru

Budidaya Sorgum membuka peluang pendapatan baru bagi petani lokal, menciptakan ekosistem ekonomi yang berkelanjutan. Dengan semua keunggulan ini, Sorgum bukan hanya tanaman, tetapi simbol sinergi antara energi hijau, ketahanan pangan, dan pemberdayaan masyarakat.

Senior Manager PLN IP UBP JPR, Bowo Pramono, menambahkan bahwa pemanfaatan biomassa melalui co-firing adalah salah satu strategi utama PLN untuk mendukung target Net Zero Emission (NZE) 2060.

“Scale-up operasional dilakukan secara bertahap dengan peningkatan rasio co-firing sebesar 5–10%, sambil terus memonitor kinerja dan optimalisasi berkelanjutan,” tutup Bowo.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6