Pertamina Salurkan 6.000 Liter Avtur untuk Pesawat Logistik Bencana Sumatera

Pertamina Patra Niaga menyalurkan avtur hingga pertamax untuk mendukung logistik dalam misi kemanusiaan penanganan bencana di Sumatera.

Diterbitkan 29 November 2025, 20:55 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Pertamina Patra Niaga mempertegas komitmen percepatan penanganan bencana di Sumatera dengan mengirimkan bantuan energi untuk mendukung operasional darurat, khususnya di wilayah Sibolga dan Tapanuli Raya yang terdampak banjir dan longsor akibat cuaca ekstrem.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun menyampaikan bahwa dukungan energi menjadi bagian krusial dalam mempercepat proses penyelamatan, distribusi bantuan, dan pemulihan akses publik.

Sebagai langkah prioritas percepatan pemulihan kondisi, Pertamina Patra Niaga menyalurkan 6.000 liter Avtur bagi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Avtur tersebut digunakan untuk mendukung operasional pesawat dalam misi kemanusiaan, termasuk pengiriman logistik, pemantauan udara wilayah terdampak, serta percepatan distribusi bantuan kepada masyarakat.

“Pengiriman Avtur ini merupakan dukungan langsung agar misi udara dapat terus berjalan dan menjangkau wilayah yang akses daratnya terputus,” ujar Roberth, Sabtu (29/11/2025).

Seluruh Avtur diberangkatkan dari Bandara Polonia Medan menggunakan pesawat Hercules TNI AU menuju Sibolga dan sekitarnya. Pengiriman udara menjadi langkah yang paling efektif mengingat banyak akses darat masih tertutup material longsor.

Pertamina Patra Niaga juga memberikan dukungan energi tambahan untuk mendukung operasional BNPB, BPBD, dan Pemerintah Daerah dalam proses evakuasi dan pembukaan akses jalan diantaranya melalui dukungan 5.100 liter Dexlite untuk operasional alat berat dan mobilisasi logistik penanganan darurat di wilayah terdampak untuk BNPB, 5.000 liter Dexlite untuk Pemerintah Daerah Tapanuli Utara guna operasional penanganan bantuan bencana dan 1.000 liter Pertamax untuk mendukung kendaraan operasional Lanud Soewondo Medan guna operasional penanganan bencana

“Energi adalah kebutuhan vital dalam situasi darurat. Kami pastikan dukungan ini dapat mempercepat proses penanganan prioritas di lapangan,” tambah Roberth.

 

Penyaluran BBM dan LPG

Selain dukungan darurat, Pertamina Patra Niaga memastikan bahwa penyaluran BBM dan LPG untuk masyarakat tetap aman dan berjalan baik di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan sekitarnya.

Pemantauan suplai dilakukan harian, dengan penguatan pola Regular Alternative Emergency (RAE) dari IT Lhokseumawe, FT Siantar, dan IT Dumai ke daerah terdampak guna memastikan SPBU dan lembaga penyalur memiliki stok yang cukup.

Roberth menjelaskan, tantangan sempat terjadi pada jalur laut di kawasan SPM Belawan akibat gelombang tinggi. Namun kini kapal telah berhasil sandar dan kegiatan bongkar muat kembali berjalan sehingga suplai bertahap normal.

Distribusi LPG juga dipertegas dengan penambahan 30 skid tank dari IT Dumai untuk memenuhi kebutuhan di Tapanuli Raya dan Sibolga.

Pertamina Patra Niaga menyampaikan empati dan kepedulian kepada masyarakat terdampak, dan berkomitmen untuk melanjutkan dukungan energi sejalan dengan perkembangan kondisi di lapangan. Sejak 13 November 2025, perusahaan juga telah mengaktifkan Satgas Nataru untuk memperkuat pengamanan suplai energi secara nasional.

 

655 SPBU Pertamina Tetap Beroperasi di Tengah Banjir Sumatera, Tim Darurat Dikerahkan

Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga memastikan penyaluran BBM dan LPG di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tetap berjalan meski wilayah tersebut dilanda banjir dan longsor sejak beberapa hari terakhir. Cuaca ekstrem yang merusak sejumlah akses utama membuat distribusi energi menghadapi tantangan besar, namun tim Pertamina telah bergerak cepat sejak awal kejadian.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan seluruh tim distribusi terus menyesuaikan pola suplai dengan kondisi lapangan yang berubah sangat cepat.

“Kami memastikan masyarakat tetap dapat mengakses BBM. Meski banyak jalur yang terputus akibat banjir dan longsor, tim kami tetap bergerak mencari rute alternatif agar penyaluran tidak terhenti,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (29/11/2025).

Sejumlah jalur utama tidak bisa dilalui mobil tangki karena genangan tinggi, longsor, hingga jembatan amblas. Di beberapa lokasi, penyaluran hanya bisa dilakukan menggunakan kendaraan berukuran lebih kecil.

Pertamina juga berkoordinasi intensif dengan BPBD, Pemerintah Daerah, serta aparat keamanan untuk membuka akses evakuasi dan distribusi di titik-titik kritis.

 

Distribusi BBM Jalur Laut Juga Terganggu

Gangguan distribusi tidak hanya terjadi di darat, tetapi juga di jalur laut akibat tingginya gelombang. Meski demikian, suplai BBM dipastikan aman. Saat ini tiga kapal telah sandar dan proses pembongkaran berjalan normal, sementara empat kapal lainnya siaga di perairan sebagai floating stock.

Ketahanan stok solar dan pertalite tercatat aman hingga dua pekan ke depan.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengungkapkan sebagian lembaga penyalur juga mengalami kendala operasional karena area tangki pendam dan fasilitas SPBU tergenang.

“Saat ini terdapat 655 dari 709 atau sebagian besar SPBU terus beroperasi melayani kebutuhan BBM untuk masyarakat," jelasnya.

Sementara distribusi LPG melalui SPBE dan agen masih terkendala karena tabung sulit keluar-masuk akibat kondisi jalan yang belum sepenuhnya aman.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6