Pertamina Hulu Rokan Torehkan Produksi Impresif di Sumur Ampuh Tembus 2.098 BOPD

Pengeboran Lapangan Ampuh oleh Pertamina Hulu Rokan rampung dalam waktu tiga minggu dengan pelaksanaan operasi yang aman dan efisien.

Diterbitkan 23 November 2025, 19:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) kembali mencatat kinerja menggembirakan dalam menjaga ketahanan energi nasional di wilayah kerja Rokan. Perseroan meraih capaian signifikan setelah pengeboran sumur pengembangan di Lapangan Ampuh menghasilkan produksi menjanjikan.

Sumur Ampuh (AH030) mencatat produksi awal sebesar 2.098 barel minyak per hari (BOPD). Uji produksi menunjukkan hasil yang positif karena seluruh produksinya berupa crude oil murni tanpa kandungan air maupun gas.

Hasil ini menegaskan komitmen PHR dalam memaksimalkan potensi migas yang tersedia. Produksi tersebut juga menjadi bukti potensi besar WK Rokan sebagai salah satu kontributor utama produksi migas nasional.

“Keberhasilan ini tidak hanya meningkatkan cadangan dan produksi minyak nasional, tetapi juga memberikan optimisme besar bagi industri migas di Indonesia. Tentunya tidak terlepas dari kerja keras para anak bangsa yang terlibat di dalamnya, para pekerja yang teruji dan terus berinovasi dalam upaya menjaga ketahanan energi nasional,” kata Dirut PHR, Ruby Mulyawan, dikutip Minggu (23/11/2025).

Sumur AH030 dibor menggunakan metode pemboran miring berarah (directional drilling) dengan pendekatan pengembangan “local attic development”. Target pengeboran mengarah ke Reservoir Menggala Formation (Fm) pada lapisan batuan MN-5580 dengan tambahan lapisan BK-5000 dan MN-5540.

Cuma 3 Minggu

Pengeboran rampung dalam waktu tiga minggu dengan pelaksanaan operasi yang aman dan efisien. Kinerja solid di lapangan menjadi langkah penting dalam mengejar target produksi untuk mendukung visi swasembada energi sesuai Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto.

Keberhasilan produksi ini mencerminkan efektivitas strategi pengembangan Lapangan Ampuh yang dilaksanakan secara terpadu oleh tim subsurface, reservoir, drilling, hingga operasi produksi.

 

Multi Stage Fracturing

 

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, turut memberikan apresiasi atas capaian tersebut.

“Hasil uji produksi dari sumur Ampuh AH030-NW1 menunjukkan bahwa upaya inovasi teknis dan optimalisasi sumber daya manusia di WK Rokan membuahkan hasil nyata. Ini adalah sinyal positif bagi pencapaian target produksi nasional 2026,” ujar Djoko Siswanto.

Djoko menambahkan bahwa keberhasilan ini diharapkan menjadi dorongan untuk mengeksplorasi tambahan produksi dari low quality reservoir (LQR) yang saat ini sedang dikaji SKK Migas bersama PHR.

Upaya tersebut akan diarahkan melalui pemanfaatan teknologi multi stage fracturing (MSF) di sejumlah titik prospektif di WK Rokan.

 

Hasil Kolaborasi

SKK Migas menilai capaian ini sebagai indikator kesuksesan kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri hulu migas nasional, serta Pertamina Hulu Rokan dalam menuju target produksi minyak nasional 2026 sebesar 610.000 BOPD sesuai target APBN 2026.

“Kami akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh kontraktor kontrak kerja sama, dimana keberhasilan MSF di PHE dapat dijadikan contoh bagi seluruh KKKS, Kami segera menginstruksikan kepada Pertamina dan KKKS lainnya agar dilakukan pekerjaan MSF sebanyak 100 sumur dan pengeboran di lapangan yang baru ditemukan saat pengeboran eksplorasi sebanyak 100 sumur baik onshore maupun offshore” tutup Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6