Keputusan Merger Pelita Air dan Garuda Indonesia Kini di Tangan Danantara

Pertamina menyebut keputusan final merger Pelita Air dan Garuda Indonesia ada di tangan Danantara.

Diterbitkan 10 November 2025, 20:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri mengungkapkan kabar terbaru merger Pelita Air dan Garuda Indonesia. Keputusan finalnya akan diambil oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).

Diketahui, Pelita Air saat ini masih menjadi anak usaha Pertamina. Proses penggabungan nantinya akan dilaporkan perusahaan ke Danantara, sekaligus mencari keputusan final.

"Semua proses masih berjalan terus, proses berjalan, kita laporkan ke Danantara juga untuk bisa ada penilaian sekaligus keputusan," kata Simon, ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (10/11/2025).

Dia mengakui, pembahasan merger dua maskapai pelat merah ini sudah dilakukan antara Pertamina dan Garuda Indonesia. Termasuk menyusun sederet tahapan penggabungannya.

Hanya saja, keputusan final tetap berada pada Danantara sebagai pemegang saham.

"Ya, pembicaraan sudah kita rintis tapi tentunya mengikuti langkah-langkah yang sudah ada saat ini, termasuk penilaian-penilaian dari internal kita, penilaian dari internal Pelita Air, begitu juga ke Danantara untuk kemudian nanti finalisasinya," jelas Simon.

 

Masih Evaluasi

Sebelumnya, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) masih mengkaji rencana penggabungan Pelita Air dan Garuda Indonesia. Saat ini, Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani masih melakukan evaluasi.

Rencana ini telah bergulir sejak lama. Rencananya, Pelita Air Service dilepas oleh PT Pertamina (Persero) dan dikonsolidasikan dengan Garuda Indonesia.

"Lagi dievaluasi saja," kata Rosan, ditemui di Balai Sarbini, Jakarta, Selasa (16/9/2025).

Kapan Rampung?

Kendati begitu, Rosan belum mengungkapkan target dari proses penggabungan dua maskapai pelat merah itu. Dia lagi-lagi hanya menyebut masih proses evaluasi soal rencana itu.

"Pokoknya dievaluasi dulu lah yang benar," ujar dia.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6