Liputan6.com, Jakarta - Laura Brown dan Kristiana O'Neill adalah pemimpin redaksi media ternama The Wall Street Journal (WSJ). Namun, perjalanan sukses itu berubah drastis ketika keduanya dipeat dari pekerjaan impian mereka.
Pemecatan itu bukan sekadar restrukturisasi atau pengurangan karyawan. Bagi mereka, kata “dipecat” justru terasa paling jujur yang menggambarkan apa yang terjadi.
Dikutip dari CNBC, Selasa (28/10/2025), meski sempat terpuruk, keduanya justru menjadikan pengalaman pahit tersebut sebagai bahan refleksi hidup. Mereka menulis buku berjudul 'All the Cool Girls Get Fired', yang membahas tentang cara menghadapi pemecatan dan bangkit kembali dalam karier.
Advertisement
Buku tersebut juga berisi kisah dan esai dari sejumlah tokoh ternama seperti Jamie Lee Curtis dan Oprah Winfrey yang pernah mengalami hal serupa.
Belajar Bangkit Setelah Dipecat
Bagi Brown, istirahat memang perlu, tapi jangan sampai berlarut-larut. Menurutnya, terlalu lama menyendiri justru bisa melemahkan keadaan.
"Istilah itu penting, tapi kalau kamu terlalu lama sendiri, pikiran buruk akan semakin kuat" katanya.
Ia menyarankan untuk tetap berinteraksi dengan orang lain, seperti ngopi bersama teman atau sekadar berjalan keluar rumah.
"Begitu kamu keluar dari apartemen, kamu akan sadar bahwa dunia di luar sana masih ada. Kamu bukan satu-satunya yang sedang berjuang," jelas dia.
O'Neill menambahkan bahwa rasa malu dan canggung setelah kehilangan pekerjaan adalah hal yang wajar. Ia menjulukinya sebagai “The Scarlet F”.
“Kadang kita merasa semua orang tahu kita dipecat. Padahal itu hanya ada di kepala kita sendiri,” katanya.
“Bicara dengan orang lain dan mengakuinya justru membantu kita merasa lebih baik.”
Jangan Takut Membangun Jaringan
Brown pentingnya pentingnya jaringan profesional atau networking. Namun menurutnya, membangun hubungan bukan soal ambisi semata.
“Kita semua sebenarnya sudah berjejaring sepanjang karier. Ketika kamu dipecat, semua hubungan itu seperti kebun buah yang siap dipanen,” ujarnya.
Ia juga menegaskan agar tidak malu meminta bantuan. “Semua orang pernah berada di posisi itu. Sekarang dunia kerja jauh lebih empatik dari dulu,” tambahnya.
Melepaskan Diri dari Identitas Pekerjaan
O'Neill mengakui, bagi sebagian orang, pekerjaan menjadi bagian besar dari identitas diri. “Kalau kamu menghabiskan seluruh hidupmu untuk karier, ketika pekerjaan itu hilang, rasanya seperti dirimu juga hilang,” ujarnya.
Namun pengalaman itu membuat sadar bahwa hidup bukan hanya soal jabatan atau prestasi. “Teman, keluarga, bahkan hal-hal sederhana seperti membaca atau berolahraga bisa membantu kita merasa manusiawi,” katanya.
Advertisement
Ketika Bos Ikut Dipecat
Brown mengalami pemecatan massal melalui Zoom bersama seluruh pengemudi. Meski berat, ia tetap memberikan semangat kepada rekan-rekannya.
“Saya bilang pada mereka, nilai kalian tidak ditentukan oleh perusahaan. Semua kemampuan dan pencapaian itu milik kalian sendiri,” kenangnya.
Sementara O'Neill, yang memimpin hampir 50 orang di redaksinya, memilih menutup masa jabatannya dengan baik.
“Kalau tempat kerja tidak memberi kesempatan berpamitan, buatlah momen itu sendiri. Itu membantu kita untuk benar-benar melangkah ke depan,” ujarnya.
Mengubah Rasa Malu Jadi Kekuatan
Dalam proses menulis buku, Brown dan O'Neill sempat kesulitan menemukan perempuan yang mau terbuka soal pengalaman dipecat. Namun setelah diterbitkan, banyak pembaca justru merasa terhubung. “Ada yang mengatakan, 'Saya merasa tidak sendirian setelah membaca buku ini,'” kata Brown.
Bagi mereka, pesan utama buku ini sederhana: kehilangan pekerjaan bukan akhir dari segalanya. “Kalau buku ini bisa membuat perempuan merasa bangga, bukan malu, karena pernah memecat itu kemenangan bagi kami,” tutup O'Neill.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5411187/original/066520500_1763004762-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-11-13T103028.882.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4866719/original/017032400_1718697583-Pajak1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497481/original/095565600_1770631238-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-09T163415.626.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292785/original/068110200_1783657736-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-10T112807.834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5393648/original/003452900_1761566099-So__you_got_fired._Laid_off._Restructured._Canned._We_did__too._And_we_wrote_a_book_about_it._Al.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288624/original/094450800_1783327932-000_B9C996W.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293466/original/077963300_1783718956-063_2285564351.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262489/original/072589900_1781818934-Switzerland_s_Johan_Manzambi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9110984/original/061131000_1783049682-lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293456/original/054507100_1783717417-000_B9W36UY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293465/original/017817900_1783718956-063_2285562554.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293455/original/048931800_1783717383-000_B9W36VN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9110960/original/024723100_1783047145-sp7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289078/original/032461700_1783391107-bel11.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291435/original/001786200_1783562166-argentina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292618/original/088093700_1783634462-000_B9T74UT.jpg)