Flyover dan JPO Tenjo Siap Beroperasi, Bakal Urai Macet Perlintasan Sebidang

Flyover dan JPO Tenjo akan memperlancar lalu lintas jalan raya di sekitar dan operasional KRL Jabodetabek.

Diterbitkan 25 Oktober 2025, 13:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pembangunan Flyover dan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor kini telah memasuki tahap akhir. Infrastruktur ini hadir sebagai solusi mengurangi kepadatan lalu lintas di sekitar perlintasan sebidang Stasiun Tenjo, yang selama ini menjadi titik rawan kemacetan. 

Peresmian Flyover dan JPO Tenjo akan melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko IPK), Kementerian Perhubungan (Kemenhub), dan Pemerintah Kabupaten Bogor.

Direktur Utama PT Mitra Abadi Utama Noer Indradjaja menjelaskan, proses pembangunan flyover dan JPO telah selesai. Sebagai bagian dari proses pemanfaatan infrastruktur ini, pihaknya selaku pengelola Kota Podomoro Tenjo telah melakukan serah terima aset kepada Pemkab Bogor.

"Infrastruktur ini adalah salah satu kunci pertumbuhan ekonomi masyarakat dan menjadi kebutuhan utama bagi wilayah Tenjo yang kini menjadi tujuan investasi. Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Bogor dan PT KAI Daop 1 Jakarta yang terus mendukung pembangunan flyover dan JPO Tenjo," ujarnya, Sabtu (25/10/2025).

Proyek Flyover dan JPO Tenjo ini merupakan kolaborasi dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta, Agung Podomoro Group melalui anak usaha PT Mitra Abadi Utama, dan Pemkab Bogor. 

Operasionalisasi flyover dan JPO Tenjo diyakini bakal memperlancar lalu lintas jalan raya di sekitar dan operasional KRL Commuter Line Jabodetabek. Sehingga turut mempercepat mobilitas dan perputaran ekonomi di wilayah ini.

 

 

 

Groundbreaking 30 Maret 2024

Adapun proses peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Flyover dan JPO di depan Stasiun Tenjo dilakukan pada 30 Maret 2024 oleh Menteri Perhubungan (Menhub) periode sebelumnya, Budi Karya Sumadi. 

Groundbreaking ini merupakan kelanjutan dari pencanangan pembangunan yang telah dilaksanakan oleh Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA), PT KAI (Persero) dan PT Mitra Abadi Utama selaku pengembang Kota Podomoro Tenjo pada Oktober 2022 lalu.

Budi Karya Sumadi menyatakan, groundbreaking flyover dan JPO ini merupakan momen penting dalam meningkatkan aksesibilitas guna mendukung mobilitas masyarakat yang akan berimplikasi terhadap pertumbuhan ekonomi kawasan Tenjo. 

"Hal ini tentunya akan meningkatkan penggunaan moda transportasi umum. Sehingga mengurangi penggunaan kendaraan pribadi serta memperkuat pelayanan KRL rute Jakarta-Rangkasbitung dan sebaliknya," ujar dia. 

Target Awal Operasi Desember 2024

Menurut proyeksi awal, Flyover dan JPO Tenjo diperkirakan total memakan waktu selama 12 bulan, dengan target mulai beroperasi per Desember 2024. 

Direktur Utama PT Agung Podomoro Land Tbk Bacelius Ruru menjelaskan, pembangunan kedua proyek tersebut merupakan bagian dari konsep Grand Transit Oriented Development (TOD) Kota Podomoro Tenjo. 

Kehadiran TOD menjadi prioritas bagi pengembang untuk mendorong konsumen dan masyarakat dalam mengoptimalkan penggunaan tranportasi umum yang ramah lingkungan seperti KRL. Sehingga dapat mewujudkan kota yang produktif, efisien, dan berkelanjutan," tuturnya.

   

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6