Penyehatan Garuda Indonesia Belum Maksimal, Berujung Ganti Manajemen Baru

CEO Danantara Rosan Roeslani menuturkan, alasan penyehatan Garuda Indonesia mendorong perombakan susunan pengurus di Garuda Indonesia (GIAA).

Diterbitkan 16 Oktober 2025, 09:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Penyehatan kinerja keuangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk masih jadi perhatian serius. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) akhirnya kembali merombak jajaran manajemen, menyusul hasil penyehatan yang dinilai belum maksimal.

Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Perkasa Roeslani mengakui ada berbagai langkah penyehatan Garuda Indonesia. Mulai dari pemyertaan modal negara (PMN) hingga rombak strategi.

"Ya ini sebetulnya penyehatan Garuda dari dulu coba disehatkan segala macam berkali-kali ya, sudah di-inject modalnya, dulu ya saya bicara, tapi kan tidak mencapai hasil maksimal," kata Rosan usai Forbes Global CEO Conference, di St Regis, Jakarta, dikutip Kamis (16/10/2025).

Alasan penyehatan itu yang mendasari pemegang saham merombak lagi jajaran manajemen maskapai pelat merah berkode saham GIAA tersebut. Kini, Glenny H Kairupan didapuk jadi Direktur Utama. Selain itu, ada dua ekspatriat yang masuk, yakni Balagopal Kunduvara dan Neil Raymond Mills.

Perubahan hampir seluruh manajemen Garuda Indonesia ini dinilai untuk memperkuat upaya demi menyehatkan Garuda Indonesia. 

"Sekarang kita tidak mau setengah-setengah karena kita melihat bukan hanya dari segi, paling penting dari segi orangnya, manajemennya yang paling penting, yang mempunyai goals, rencana yang baik, tapi juga dari segi implementasinya bisa dijalankan dengan segera begitu ya," terangnya.

Evaluasi Menyeluruh

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) ini pun mengatakan perubahan manajemen telah didahului evaluasi menyeluruh. Termasuk menggunakan tenaga penasihat pihak ketiga.

Evaluasi Danantara

"Jadi setelah kita melakukan analisa menyeluruh, dibantu juga dengan advisor khusus penerbangan khusus aviasi ini yang sudah berjalan kurang lebih sebetulnya hampir setahun," katanya.

"Sehingga planning yang dijalankan ini sesuai dengan evaluasi yang sudah setahun lebih ini ya kita melakukan penguatan dari segi manajemennya," Rosan menambahkan.

Alasan Rombak Manajemen Garuda Indonesia

Diberitakan sebelumnya, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) merombak jajaran dewan direksi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Termasuk menunjuk dua mantan eksekutif maskapai asing sebagai direktur.

Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Perkasa Roeslani mengamini ada perombakan cukup besar di jajaran direksi. Dia turut mengungkap alasan menunjuk dua orang asing dalam jajaran direksi baru.

"Jadi kalau dilihat di dalam tim itu memang ada pergantian Dirut, tapi ada juga dua orang ekspat yang masuk di dalam manajemen yang dimana itu juga dengan background dari Singapore Airlines, dari Qantas, dan yang lain-lainnya untuk posisi CFO dan juga sebagai Chief of Transformation Officer," kata Rosan usai Forbes CEO Conference, di St Regis, Jakarta, dikutip Kamis (16/10/2025).

2 Eksekutif Asing Masuk Garuda Indonesia

Diketahui, keduanya adalah Balagopal Kunduvara mantan eksekutif Singapore Airlines sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko dan Neil Raymond Mills mantan bos Scandinavian Airlines sebagai Direktur Transformasi.

Rosan menegaskan alasan penunjukkan itu senagai upaya untuk menyehatkan kondisi keuangan dan operasional Garuda Indonesia.

"Jadi mesti dilihat secara keseluruhan. kita menunjukkan bahwa kita tidak setengah-setengah dalam mereka menyehatkan Garuda ini," tegas Rosan.

"Jadi justru itu poinnya jadi memang bukan hanya satu tapi justru ada ekspat yang kita masukkan sebagai penguatan dari segi manajemen," ia menambahkan.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6