Bos Pertamina Siap Gabung 3 Anak Usaha Sebelum Akhir 2025, Begini Rencana untuk Pelita Air

Pertamina tengah mengurusi proses pelepasan Pelita Air dan lini usaha lain di luar sektor minyak dan gas bumi (migas).

Diterbitkan 07 Oktober 2025, 21:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri buka suara soal proses penggabungan tiga anak usaha menjadi satu entitas, dengan target rampung sebelum akhir 2025.

Simon mengatakan, proses penggabungan anak usaha Pertamina Patra Niaga, Kilang Pertamina Internasional dan Pertamina International Shipping saat ini masih terus berjalan. 

"Jadi kita tentunya minta arahan dan laporkan ke Danantara. Jadi prosesnya masih berjalan, memang kita targetnya sebelum akhir Desember 2025 sudah restrukturisasi, mudah-mudahan sudah eksekusi," ujarnya saat ditemui di Kompleks Gedung Sarinah, Jakarta, Selasa (7/10/2025).

Selain itu, Pertamina juga tengah mengurusi proses pelepasan Pelita Air dan lini usaha lain di luar sektor minyak dan gas bumi (migas). Simon memproyeksikan itu juga bisa rampung pada tahun ini. 

"Untuk yang lain, kita semua kajian dan meeting dengan Danantara, dengan pihak-pihak yang terkait sudah sambil berjalan juga semua. Termasuk yang insurance, sambil jalan," ungkapnya. 

"Jadi kalau memang bisa terkejar sebelum 2025 (berakhir), mungkin lebih cepat. Jadi sudah paralel semua sekarang," Simon menambahkan.

Kendati begitu, Simon belum memastikan apakah Pertamina bakal melepas 100 persen kepemilikan saham dari Pelita Air. "Mekanismenya nanti kita lihat," imbuhnya.

 

Kejar Migas dan Energi Terbarukan

Adapun PT Pertamina (Persero) menjajaki penggabungan Pelita Air dengan Garuda Indonesia. Sebab ingin mulai fokus dengan bisnis inti perusahaan, yakni migas dan energi terbarukan.

"Kami sedang penjajakan awal untuk penggabungan dengan Garuda Indonesia,” ujar Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri, dikutip dari Antara.

Penggabungan tersebut disebabkan oleh Pertamina yang ingin memperkuat inti bisnis perusahaan di sektor minyak dan gas (migas), serta energi terbarukan.

Ikuti Peta Jalan Danantara

Oleh karena itu, lini usaha di luar inti bisnis Pertamina akan dilepas atau digabungkan dengan perusahaan sejenis sesuai dengan roadmap atau peta jalan yang dikendalikan Danantara.

"Dengan demikian, untuk beberapa usaha, kami akan melakukan spin-off dan tentunya mungkin akan di bawah koordinasi dari Danantara. Kita gabungkan clustering dengan perusahaan-perusahaan sejenis," kata dia.

Selain Pelita Air, Pertamina juga menyiapkan langkah serupa di sejumlah sektor lain. Beberapa bisnis seperti asuransi, layanan kesehatan, hospitality, serta Patra Jasa akan diarahkan mengikuti peta jalan konsolidasi Danantara.

 

Mau Lepas Pelita Air

Sebelumnya, Pertamina (Persero) bakal melepas (spin off) sejumlah anak usahanya yang tidak berkecimpung di sektor minyak dan gas (migas), salah satunya Pelita Air yang bergerak di maskapai penerbangan.

"Pertamina akan lebih fokus kepada core bisnis bidang oil and gas dan renewable energy. Dengan demikian untuk beberapa usaha kami akan spin off," kata Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri saat rapat dengar pendapat bersama Kondisi VI DPR, Kamis (11/9/2025).

Simon mengatakan, lini usaha yang dilepas tersebut nantinya akan dialihkan kepada perusahaan BUMN lain yang bergerak di sektor serupa. Sebagai contoh, Pelita Air nantinya akan bergabung dengan Garuda Indonesia Group.

Lepas Bisnis Lain

Selain Pelita Air, Pertamina juga bakal melepas kepemilikan pada unit usaha lain yang bergerak di sektor asuransi, perhotelan, hingga layanan kesehatan.

Untuk proses kelanjutannya, Simon menambahkan, Pertamina akan berkoordinasi dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).

"Tentunya mungkin akan di bawah koordinasi dari Danantara, akan kita gabungkan clustering dengan perusahaan-perusahaan sejenis," ujar Simon.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6