Prabowo: Pemerintah Sudah Buktikan Ciptakan Banyak Lapangan Kerja

Pemerintah juga telah menyiapkan bantalan atau jaringan pengaman sosial dengan nilai besar untuk membantu masyarakat yang paling tertekan oleh kondisi ekonomi.

Diterbitkan 07 September 2025, 21:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyebut salah satu narasi yang dimainkan pihak tertentu hingga memicu demonstrasi dan berujung kerusuhan adalah isu ketenagakerjaan.

Ia mengakui masih ada sebagian masyarakat yang kesulitan mendapatkan pekerjaan, termasuk kelompok tertentu yang menghadapi hambatan serupa. Namun, Prabowo menegaskan pemerintah sudah membuktikan keberhasilan dalam menciptakan banyak lapangan kerja, dengan potensi yang jauh lebih besar ke depan.

“Kita sudah buktikan, pemerintah yang saya pimpin sudah ciptakan banyak lapangan kerja, dan potensi lapangan kerja ke depan sangat besar,” ujar Prabowo dalam pertemuan di Hambalang, Jawa Barat, Minggu (7/9/2025), yang turut dihadiri Pemred SCTV Retno Pinasti.

Ia menambahkan, pemerintah juga telah menyiapkan bantalan atau jaringan pengaman sosial dengan nilai besar untuk membantu masyarakat yang paling tertekan oleh kondisi ekonomi.

Karena itu, Prabowo menyayangkan adanya pihak-pihak yang berupaya menurunkan kepercayaan rakyat terhadap pemerintah.

“Kita terus komunikasi dan dialog dengan mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan yang lain,” tegasnya.

IMF Ramal Tingkat Pengangguran Indonesia Sentuh 5% pada 2025

Sebelumnya diwartakan bahwa Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksi tingkat pengangguran Indonesia akan naik menjadi 5,0 persen pada 2025.

Mengutip laporan World Economic Outlook IMF edisi April, Rabu (4/6/2025) kenaikan tersebut menandai revisi dari 2024, di mana tingkat pengangguran Indonesia sebelumnya diperkirakan mencapai 4,9 persen.Adapun tingkat pengangguran Indonesia diperkirakan kembali meningkat pada 2026 menjadi 5,1 persen.

Angka ini juga menjadikan Indonesia sebagai negara yang diperkirakan melihat tingkat pengangguran tertinggi kedua di Asia setelah China yang diprediksi mencapai 5,1 persen.

Posisi tersebut di susul oleh India yang diperkirakan akan memiliki tingkat pengangguran hingga 4,9% pada 2025 dan 2026 mendatang.

 

Data Riil Justru Turun

Dalam tanggapannya terhadap proyeksi IMF, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi mengutip data Badan Pusat Statistika (BPS) yang menunjukkan angka pengangguran Indonesia justru menurun menjadi 4,76 persen pada Juni 2025.

"Kalau menurut data dari BPS terbaru, angka pengangguran terbuka justru turun. Sampai bulan ini justru angka pengangguran terbuka itu turun dari 4,8 ke 4,7. 4,82 ke 4,76 (persen). Itu artinya angka pengangguran orang-orang yang benar-benar nganggur itu turun," ujar Hasan kepada wartawan di Kantor PCO Jakarta, dikutip Rabu (4/6/2025).

Dia mencatat, angka pekerja penuh waktu naik dari 65,6 menjadi 66,2 persen. Sementara angka setengah pengangguran juga menurun dari 8,5 persen menjadi 8 persen.

"Angka pekerja penuh waktu, kayak kalian ini, pekerja penuh waktu itu naik. Angka pekerja penuh waktu itu naik dari 65,6 jadi 66,2. Hampir 1 persen. Ini kita bicara data saja biar kita dapat gambaran yang lebih utuh. Yang setengah pengangguran itu juga turun. Dari 8,5 menjadi 8 persen," jelasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6