Arab Saudi Beli Produk Makanan Olahan RI Senilai Rp 975,85 Miliar

MBT merupakan salah satu distributor terkemuka di Arab Saudi berkomitmen untuk membeli produk-produk makanan olahan Indonesia.

Diterbitkan 27 Agustus 2025, 19:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perdangan (Kemendag) mencatat distributor terkemuka di Arab Saudi, yaitu Mohammed Bawazir for Trading Co., Ltd (MBT) menandatangani Letter of Intent (LoI) senilai USD 60 juta, atau sekitar Rp 975,85 miliar untuk pembelian produk-produk makanan olahan Indonesia.

Produk-produk tersebut difokuskan pada kopi siap minum (ready to drink), biskuit, serta tuna kaleng. Meskipun begitu, masih terbuka peluang pembelian ini merambah produk makanan olahan lainnya dari Indonesia.

Penandatanganan LoI dilakukan oleh Managing Director MBT Fawzi Bawazier pada Senin, (25/8), dan disaksikan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan RI Fajarini Puntodewi saat mengunjungi MBT di saat yang sama.

Turut hadir mendampingi, yaitu Sekretaris Direktorat Jenderal PEN Kemendag Arief Wibisono dan Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah Bagas Haryotejo.

“Penandatanganan komitmen LoI senilai USD 60 juta oleh MBT adalah kabar baik bagi Indonesia.Hal ini menunjukkan, produk-produk Indonesia memiliki kualitas yang mampu bersaing di pasar global,” ujar Puntodewi, dalam keterangan Kemendag di Jakarta, Rabu (27/8/2025).

Puntodewi menjelaskan, Kemendag RI akan segera menindaklanjuti komitmen LoI tersebut melalui berbagai langkah strategis, di antaranya, yaitu presentasi produk oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam negeri (pitching) dan penjajakan bisnis (business matching) dalam kerangka program UMKM Berani Inovasi, Siap Adaptasi (BISA) Ekspor.

MBT merupakan salah satu distributor terkemuka di Arab Saudi untuk produk makanan dan minuman (mamin), perawatan tubuh,serta produk herbal.

Menurutnya, MBT telah menjadi mitra lama Indonesia dalam mengimpor dan mendistribusikan produk mamin ke berbagai wilayah di Arab Saudi. Atas dedikasinya, MBT dianugerahi Primaduta Award sebanyak tiga kali, yakni pada 2016, 2019, dan 2024.

 

Komitmen MBT Terhadap Indonesia

Puntodewi mengapresiasi kontribusi berkelanjutan MBT dalam mendukung penetrasi produk Indonesia ke Arab Saudi. Sementara itu, Fawzi Bawazier menegaskan komitmen MBT untuk terus mendorong penggunaan produk-produk Indonesia di pasar Arab Saudi.

Menurutnya, peluang produk mamin Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk memasuki pasar Arab Saudi.

“Kami sangat terbuka untuk membantu pelaku usaha Indonesia yang ingin berbisnis di Arab Saudi, baik itu perusahaan besar maupun UMKM. Kami berharap, pelaku usaha Indonesia tidak hanya berfokus pada pasar domestik, tapi juga dapat mencurahkan upaya untuk mengeksplorasi pasar Arab Saudi,” ujar Fawzi.

 

Kinerja Perdagangan RI - Arab Saudi

Adapun Kemendag mencatat pada periode Januari—Juni 2025, total perdagangan kedua negara mencapai USD 3,28 miliar, dengan ekspor Indonesia ke Arab Saudi pada periode tersebut sebesar USD 1,70 miliar atau meningkat 49,53 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar USD 1,14 miliar.

Sementara, impor Indonesia dari Arab Saudi tercatat sebesar USD 1,58 miliar. Dengan demikian, Indonesia berhasil mencatatkan surplus sebesar USD 128,00 juta terhadap Arab Saudi.

Pada periode Januari—Juni 2025 tersebut, ekspor makanan olahan Indonesia ke Arab Saudi tercatat sebesar USD 134 juta, tumbuh 4,03 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan menjadi salah satu pendorong utama peningkatan nilai ekspor.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6