Kuota Rumah Subsidi untuk Buruh Naik jadi 50 Ribu Unit

Kuota subsidi rumah untuk buruh ditambah menjadi 50.000 unit. Realisasi rumah subsidi per 14 Agustus 2025 telah mencapai 153.599 unit.

Diterbitkan 15 Agustus 2025, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Menteri Perumahan dan Pekerjaan Rumah (PKP), Marurar Sirarait atau yang kerap disapa Ara memaparkan kenaikkan kuota rumah subsidi bagi buruh atau tenaga kerja dari 20 ribu menjadi 50 ribu unit. Keputusan ini dipaparkan usai menerima permintaan tambahan dari Kementerian Ketenagakerjaan.

"Dan tadi Komisioner Tapera Pak Heru meminta tambahan kuota ya, dan saya tanya sama Bapak Menteri, Bapak Menteri mengajukan tambahan Dari 20 ribu menjadi berapa? 50 ribu, dan saya langsung setuju," ujar Menteri Perumahan dan Pekerjaan Rumah, Maruar Sirarait, dalam konferensi pers di Kantor Kemnaker Jakarta Selatan, pada Kamis, (14/8/2025).

Dirinya menjelaskan, tiga bulan lalu dirinya bersama Menaker menandatangani kesepakatan kuota rumah subsidi untuk buruh sebanyak 20 ribu unit. Namun, menilai kebijakan rumah murah ini sangat diminati oleh buruh, Menteri PKP menyepakati penambahan kuota rumah subsidi tersebut menjadi 50 ribu unit. Hingga saat ini, BP Tapera mencatat sudah 36.629 unit terealisasi.

Hari ini, berdasarkan data yang dirilis oleh BP Tapera, tercatat sudah ada 36.629 unit rumah subsidi yang kuncinya telah diserahkan kepada penerima. Angka ini menunjukkan peningkatan sekitar 183 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Sebelumnya, pada 10 April 2025, Menteri PKP, Menaker, dengan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menandatangani Nota Kesepahaman tentang Dukungan Perumahan Subsidi untuk Pekerja/Buruh. Saat itu, kuota awal ditetapkan 20 ribu unit untuk buruh atau pekerja di berbagai wilayah Indonesia.

Menaker menambahkan, program rumah subsidi ini merupakan bentuk perhatian Presiden RI kepada buruh dan tenaga kerja. Program ini juga berjalan karena kerja sama lintas kementerian.

“Artinya kebijakan Presiden Prabowo Menaikan kuota rumah subsidi dari sebelumnya 220 ribu terbesar sepanjang sejarah Indonesia menjadi 350 ribu tepat,” ujarnya.

Realisasi Penyaluran Rumah Subsidi

Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mencatat realisasi penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) atau rumah subsidi per 14 Agustus 2025 telah mencapai 153.599 unit.

“Dari 1 Januari hingga hari ini 14 Agustus 2025, realisasi KPR FLPP yang sudah ditempati dan tersalurkan dari BP Tapera ke bank penyalur mencapai 153.599 unit,” ujar Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho.

Dirinya juga menambahkan, jika menghitung unit rumah subsidi yang masih dalam proses pembangunan sampai dengan penyaluran, total penyaluran mencapai 196.307 unit. Ia optimistis dalam dua bulan ke depan seluruh unit tersebut rampung dibangun dan siap akad.

 

 

Akad 25 Ribu Unit

Di kesempatan yang sama, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait mengungkapkan pemerintah menargetkan peluncuran atau akad 25 ribu unit rumah subsidi pada September 2025.

“Dan bulan depan kami akan membuat di hari yang sama, bulan September pertama kali 25 ribu rumah akan diluncurkan. 25 ribu? akad ya? akad 25 ribu (unit). Kemudian, itu bulan Desember 50 ribu, dan mayoritas itu adalah tenaga kerja buruh Indonesia,” ungkapnya.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6