Berangkat Naik Hercules, Kadin Bakal Gelar Retret di Akmil Magelang

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie menuturkan, persiapannya luar biasa untuk mengikuti kegiatan retret di Akmil Magelang, Jawa Tengah.

Diperbarui 18 Juli 2025, 09:52 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) akan menggelar kegiatan retret di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah pada awal Agustus 2025. 

Retret ini akan diikuti oleh sekitar 150 pimpinan Kadin, termasuk para Ketua Umum Kadin se-Indonesia. Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie mengatakan, retret ini dirancang dengan nuansa kebangsaan yang kuat. Para peserta akan mengenakan seragam loreng, dan direncanakan berangkat menggunakan pesawat Hercules.

"Persiapannya luar biasa. Bajunya sudah ada, lorengnya sudah. Warnanya loreng biru, mirip Angkatan Laut tapi berbeda. Teman-teman (Kadin) juga semangat untuk naik Hercules, dan kita tinggal di kemah," ungkap Anin, Jumat (18/7/2025).

Anin mengutarakan, retret ini bukan sekadar konsolidasi internal, melainkan juga bagian dari penguatan kemitraan strategis antara dunia usaha dan pemerintah.

Kadin, lanjutnya, ingin menegaskan pentingnya ketahanan ekonomi sebagai bagian dari ketahanan nasional. Anin menegaskan tidak akan ada ketahanan nasional tanpa ketahanan ekonomi, apalagi di tengah dinamika ekonomi global saat ini.

"Kita ingin menguatkan konsolidasi internal, tapi juga menguatkan kemitraan strategis dengan pemerintah, dan yang paling penting bagaimana menggerakkan organ Kadin sampai ke kabupaten/kota mulai dengan Kadin Provinsi," ujar Anin.

 

Bakal Dihadiri Prabowo

Harapannya, Presiden Prabowo Subianto bisa turut hadir dalam kegiatan tersebut untuk memberikan pengarahan langsung. Menurut Anin, semangat perjuangan dibutuhkan pengusaha di tengah kondisi ekonomi global yang tidak sedang baik-baik saja.

"Kami Kadin berharap Pak Presiden Prabowo bisa hadir untuk memberikan pengarahan, bagaimana pengusaha kita ini ya siap berjuang. Karena memang perekonomian dunia tidak lagi baik-baik saja," kata Anin.

Dalam konteks kepemimpinan nasional, ia melihat adanya pergeseran pendekatan pembangunan. Anin menilai bahwa Prabowo menitikberatkan pada penyediaan sarana, bukan sekadar bantuan langsung. "Kami melihat setiap kepemimpinan itu ada fokusnya. Presiden Prabowo ini fokusnya untuk menyediakan kailnya, bukan ikannya," ujar dia.

 

Prabowo Siapkan MBG Sebagai Kail

Salah satu program yang dinilai selaras dengan visi tersebut adalah Makan Bergizi Gratis (MBG), yang dinilai membuka ruang besar bagi keterlibatan dunia usaha.

"Itu banyak sekali, Kadin bisa berbuat dan sudah berbuat. Kadin berupaya untuk mendapatkan 1.000 SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi)," imbuh Anin.

Meskipun menjadi mitra strategis pemerintah, Kadin menegaskan tetap bersifat non-budgeter demi  menjaga independensi. "Kadin ini wadah dunia usaha, tapi non-budgeter. Dan kita suka itu, karena itu membuat menjadi lebih independen, walaupun bermitra strategis dengan pemerintah," pungkasnya. 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6