China Bangun Pelabuhan Internasional Babel, Segini Investasinya

Untuk pembangunan pelabuhan di Belinyu, Kabupaten Bangka, pemerintah daerah akan sediakan lahan dan biaya pembangunan oleh investor.

Diperbarui 11 Juli 2025, 15:23 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi (pemprov) Kepulauan Bangka Belitung akan bekerjasama dengan investor asal China untuk membangun pelabuhan berstandar internasional di Belinyu, Kabupaten Bangka. Investor asal China itu akan berinvestasi Rp 10 triliun untuk membangun pelabuhan berstandar internasional tersebut.

Hal itu disampaikan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Hidayat Arsani seperti dikutip dari Antara, Jumat (11/7/2025).

"Investor asal China ini sudah datang dua kali dan ini membuktikan bahwa niat mereka untuk berinvestasi membangun pelabuhan internasional sudah luar biasa," ujar Hidayat Arsani, di Pangkalpinang, Jumat.

Ia menuturkan, PT Hayin sebagai grup perusahaan pimpinan Yu Jianguo yang berasal dari China tertarik berinvestasi sebesar Rp10 triliun untuk membangun pelabuhan skala internasional di Beliyu, Kabupaten Bangka, guna membangkitkan perekonomian masyarakat Kepulauan Babel khususnya warga Belinyu ini.

"Jika Allah SWT menghendaki, maka pelabuhan internasional di Belinyu segera terwujud, sehingga akan meningkatkan sektor perdagangan, industri dan lapangan pekerjaan dan lainnya untuk mendorong perekonomian masyarakat," ujar dia.

Hidayat menuturkan, kerja sama pembangunan pelabuhan internasional di Belinyu, yaitu PT Hayin bekerja sama dengan Pemprov Kepulauan Babel dan pemerintah daerah hanya menyediakan lahan seluas 400 hektare untuk pembangunan pelabuhan ekspor impor ini.

"Semua biaya pembangunan pelabuhan ini berasal dari investor, sementara pemprov hanya menyediakan lahan saja," ujar dia.

Dia menegaskan pemerintah daerah tidak ada dana sama sekali untuk membangun pelabuhan berskala internasional ini.

"Kami tidak ada dana untuk pembangunan pelabuhan ini dan kita akan mendapatkan 30 persen dari pelabuhan internasional ini," ujar dia.

Yu Jianguo menyebutkan kunjungan kedua kalinya ini sebagai progres lanjutan kerja sama yang terjalin antara perusahaan China Communications Construction Community (CCCC) dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Babel.

"Selama dua hari di sini, saya memandang sumber daya di sini sangat memadai dan merasa yakin bisa berhasil untuk di masa depan," kata dia.

Ini Dampak Investasi China ke Ekonomi Indonesia

Sebelumnya, Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) sekaligus Staf Khusus Kementerian Investasi Bidang Hilirisasi Industri dan BKPM, Rico Rustambi, menyatakan keterlibatan investasi China merupakan salah satu langkah strategis dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8% sebagaimana dicanangkan dalam program Asta Cita Presiden terpilih Prabowo Subianto.

“Peran investasi China ya di Indonesia dari sisi Kadin, tentu kita melihat ini salah satu opsi untuk mempercepat investasi di Indonesia dalam rangka mensukseskan program Asta Cita Pak Prabowo untuk menargetkan 8% pertumbuhan ekonomi,” ujar Rico kepada wartawan, usai menghadiri Inaugural Global Business Summit on Belt and Road Infrastructure Investment for Better Business Better World and Sustainable Development Goals, Minggu (25/5/2025).

Ia menuturkan, forum ini membuka berbagai peluang konkret investasi, terutama di sektor energi hijau, teknologi, kesehatan, serta pengembangan sumber daya manusia. Salah satu pembahasan menarik dalam forum tersebut adalah inisiatif dari sektor swasta dan pemerintah Hongkong untuk mendukung program makan bergizi gratis di Indonesia guna memperkuat ketahanan pangan nasional.

Sektor Prioritas Investasi

“Salah satu juga yang didiskusikan adalah bagaimana private sector maupun government Tiongkok sangat berkeinginan untuk membantu program makan bergizi gratis terkait bagaimana food security atau ketahanan pangan itu bisa diciptakan di Indonesia dengan menerapkan teknologi tercanggih,” jelasnya.

Rico juga menyebutkan beberapa produk hasil kerja sama investasi akan segera diluncurkan, termasuk yang berkaitan dengan sektor-sektor prioritas investasi dari pihak swasta Tiongkok. 

Inisiatif ini diharapkan dapat segera dieksekusi guna memberi dampak nyata terhadap pembangunan berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia. 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6