Harga Minyak Dunia Bakal Makin Mahal, Apa Kabar Harga BBM Indonesia?

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa pemerintah akan mencari solusi terbaik agar lonjakan harga minyak dunia tidak serta-merta membebani masyarakat dalam bentuk kenaikan harga BBM di dalam negeri.

Diterbitkan 24 Juni 2025, 10:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa pemerintah akan mencari solusi terbaik agar lonjakan harga minyak dunia tidak serta-merta membebani masyarakat dalam bentuk kenaikan harga BBM di dalam negeri.

Hal ini disampaikan Bahlil menanggapi potensi kenaikan harga minyak global yang bisa mencapai USD100 hingga USD150 per barel, seiring dengan meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah, khususnya konflik antara Iran dan Israel.

"Kita lihat perkembangannya seperti apa. Kita lihat perkembangan dan ini kan kebijakan negara nantinya. Yang jelas bahwa kita berdoa agar harga minyak dunia tidak sampai di atas USD82. Kalau USD82 aja masih oke," kata Bahlil dalam Liputan6 Talks, Selasa (24/6/2025).

Meski demikian, ia tidak menutup kemungkinan jika harga minyak dunia melonjak tajam, maka pemerintah akan mengambil langkah cepat dan terukur dengan berkonsultasi langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.

"Terus ada prediksi? Nah kalau kemudian katakanlah itu naik, nanti kita akan pasti meminta arahan dari presiden untuk kita membicarakan," ujarnya.

"Tapi saya yakin dan percaya bahwa presiden sangat memperhatikan betul tentang apa yang menjadi kondisi masyarakat yang ada. Kalau memang, kalau naiknya terlalu banyak dari harga dunia, ya mungkin kita pertimbangkan bagaimana strateginya lah," tambahnya.

 

Upaya Tingkatkan Produksi Dalam Negeri

Untuk menghadapi tekanan eksternal, Bahlil menekankan pentingnya memperkuat pertahanan energi domestik. Salah satunya dengan meningkatkan lifting minyak nasional agar ketergantungan terhadap impor bisa ditekan.

Bahlil menjelaskan, dari sekitar 40 ribu sumur minyak yang ada di Indonesia, baru sekitar 16-17 ribu sumur yang berproduksi secara aktif. Oleh karena itu, peningkatan lifting menjadi prioritas.

"Di 2024, produksi minyak kita, lifting kita itu 580 ribu barel per day. Dan di 2025, dalam APBN kita itu 605 ribu barel per day. Dan urusan lifting ini sejak 2008 itu nggak pernah naik. Kita incline terus," ujar Bahlil.

 

Prediksi Harga Minyak

Lebih lanjut, Bahlil menilai prediksi harga minyak global yang melonjak hingga USD150 per barel memang mungkin saja terjadi, tetapi tetap harus disikapi dengan hati-hati dan penuh harapan agar tidak sampai terjadi.

"Prediksi itu kan boleh saja. Prediksi itu boleh saja. Kalau kita bicara prediksi, variabel-variabel itu bisa. Bisa mencapai situ. Bisa, variabel-variabelnya. Tapi kita jangan, berdoa jangan sampai ke sana," ujarnya.

Menteri ESDM juga meyakini bahwa Presiden Prabowo sangat memperhatikan kondisi masyarakat dan akan mempertimbangkan langkah-langkah strategis agar lonjakan harga global tidak langsung membebani rakyat.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6