Tembus 10.000 Barel, Lapangan Forel Catat Lifting Minyak Perdana

MedcoEnergi menyatakan, lifting minyak perdana dari lapangan migas Forel di South Natuna Sea Block B mencerminkan sinergi kuat pemerintah, SKK Migas dan MedcoEnergi.

Diterbitkan 16 Juni 2025, 09:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) mengumumkan lifting minyak perdana dari lapangan migas Forel di South Natuna Sea Block B. Produksi dari lapangan ini telah mencapai 10.000 BOPD dan ditampung di FPSO Marlin Natuna sebelum dikapalkan.

"Keberhasilan Lifting Minyak Perdana ini mencerminkan sinergi yang kuat antara Pemerintah, SKK Migas, dan tim MedcoEnergi," ujar Direktur & Chief Operating Officer MedcoEnergi Ronald Gunawan dalam keterangan tertulis, Senin (16/6/2025).

"Sebagai bagian dari komitmen MedcoEnergi terhadap K3LL dan keunggulan operasional, proyek Forel dilaksanakan dengan standar HSE yang ketat," kata Ronald. 

Lapangan Forel sebelumnya telah diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto, melalui acara hybrid pada 16 Mei 2025. FPSO Marlin Natuna merupakan proyek konversi kapal tanker pertama yang dikerjakan di Indonesia oleh anak bangsa.

Peresmian lapangan Forel dilakukan secara serentak dengan lapangan Terubuk, yang juga dimiliki MedcoEnergi di Blok Natuna, oleh Prabowo. RI 1 menilai, peresmian dua proyek lapangan minyak di Natuna ini bakal jadi tonggak untuk mencapai swasembada energi nasional. 

"Ini merupakan peresmian pertama di bidang lifting migas pada masa pemerintahan baru yang saya pimpin. Kedua proyek ini menjadi tonggak penting, tonggak bersejarah, dan upaya kita bersama untuk mencapai swasembada energi nasional," ungkapnya beberapa waktu lalu.

Lapangan Minyak Terjauh di Indonesia

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, lapangan Forel dan Terubuk jadi wilayah kerja (WK) dengan jarak terjauh yang ada di Indonesia. 

"Kami melaporkan, bapak Presiden, hari ini kami berada pada posisi 60 mil dari daratan, dan kedalaman sekitar 90 meter. Ini adalah wilayah kerja untuk minyak yang paling terjauh di Indonesia sekarang ini," kata Bahlil. 

Adapun proyek tersebut dikerjakan oleh afiliasi PT Medco Energi Internasional Tbk bersama dengan Medco E&P Natuna Block B Ltd.

 

 

Total Investasi USD 600 Juta

Bahlil menyampaikan, total investasi yang dikeluarkan untuk proyek ini sekitar USD 600 juta. Selain itu, pengerjaannya pun dilakukan sepenuhnya oleh warga negara Indonesia (WNI), dengan nilai tingkat komponen dalam negeri (TKDN) 100 persen.  

"Total investasi kurang lebih sekitar 600 juta USD, dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan kurang lebih sekitar 2.300 orang pada masa konstruksi," terang Bahlil. 

"Proyek ini mempunyai nilai strategis, karena yang punya adalah anak kandung daripada Republik Indonesia. Pekerjanya juga semua anak-anak negara Republik Indonesia, termasuk kapal FPSO-nya, pertama juga adalah buatan 100 persen TKDN Indonesia," tuturnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6