Entaskan TB di Indonesia, Gates Foundation Siap Angkut Alat Diagnostik Murah dari India dan China

Ada sejumlah perusahaan kesehatan di China dan India yang sedang mengembangkan alat diagnostik TB dengan jenis tersebut, agar diagnosis TB bisa diakses dengn biaya terjangkau.

Diterbitkan 07 Mei 2025, 19:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Yayasan filantrofi yang didirikan miliarder Bill Gates, yakni Gates Foundation mengungkapkan minat berkolaborasi dengan Indonesia dalam akselerasi pengadaan alat diagnostik tuberkulosis (TBC) di dalam negeri.

Direktur Gates Foundation untuk Asia Selatan dan Asia Tenggara Hari Menon mengatakan, alat diagnostik ini bisa disertakan dalam program Cek Kesehatan Gratis.

Hari pun menyoroti minat pada diagnosis TB yang murah dan reliabel semakin tinggi, termasuk di Indonesia. Pengentasan kasus TB sendiri menjadi salah program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

"Diagnostik TB secara umum memerlukan sampel sputum (dahak), dan ini bukan cara yang mudah. Jika kualitas dahaknya tidak bagus, maka hasil yang Anda dapatkan tidak reliabel. Saat ini, sudah ada kemajuan di mana seseorang bisa menggunakan tes berbasis saliva yang bisa memberikan diagnosis TBB yang begitu akurat," ungkap Hari kepada media di Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (7/5/2025).

Dia menyebutkan, ada sejumlah perusahaan kesehatan di China dan India yang sedang mengembangkan alat diagnostik TB dengan jenis tersebut, agar diagnosis TB bisa diakses dengn biaya terjangkau. Dengan demikian, Gates Foundation berniat untuk memfasilitasi solusi tersebut ke Indonesia.

“Pemerintah Indonesia bisa memilih, apakah akan memasukkannya ke dalam program skrining kesehatannya," ucap Hari.

Selain itu, Hari juga mengungkapkan bahwa Gates Foundation tengah mengembangkan vaksin baru TB. Pasalnya, jenis vaksin yang digunakan saat ini sudah berusia lebih dari 100 tahun.

"Ada banyak sekali perkembangan dalam teknologi vaksin sejak vaksin BCG dibuat. Tetapi perlu diketahui bahwa TB adalah penyakit yang menyerang masyarakat miskin di negara-negara miskin, sehingga tidak ada yang menggunakan pendanaan pada riset vaksin generasi terbaru. Maka dari itu, kami berfokus pada hal tersebut," imbuhnya.

 

Jadi Tempat Uji Coba, Gates Foundation Incar Manufaktur RI Untuk Produksi Vaksin TBC

Dalam kesempatan itu, Hari Menon juga mengungkapkan bahwa yayasan tersebut memiliki minat untuk bermitra dengan manufaktur dalam negeri untuk memproduksi vaksin TBC di Indonesia.

“Jadi jika pengembangan (dan uji coba) vaksin (TBC) ini berhasil, kita tentu perlu mempertimbangkan kemitraan manufaktur di Indonesia, India, dan negara-negara lain,” ungkap Hari kepada media di Hutan Kota Plataran, Senayan, Jakarta, Kamis (7/5/2025).

“Namun, saat ini (pengembangan dan uji coba vaksin TBC) masih tahap awal. Jadi, saya belum punya informasi apakah vaksin ini akan berhasil atau tidak. Saya pun berharap vaksin ini berhasil karena kita memang membutuhkan vaksin yang lebih baik untuk Tuberkulosis,” katanya.

 

Gates Foundation Puji Perusahaan Kesehatan RI

Dalam kesempatan itu, Hari juga memuji kemampuan produsen alat kesehatan di Indonesia yang mampu memproduksi vaksin dalam jumlah besar dan biaya yang terjangkau.

Hari pun berharap perusahaan kesehatan lokal, salah satunya Bioparma dapat bermitra dengan Gates Foundation untuk pembuatan vaksin TBC.

“Mitra lokal seperti Bioparma akan sangat penting. Karena Indonesia adalah salah satu dari sedikit negara yang mampu memproduksi vaksin dalam jumlah besar dengan biaya rendah,” imbuhnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6