Liputan6.com, Jakarta Indonesia memiliki banyak stasiun kereta api bersejarah, namun beberapa di antaranya menyimpan kisah kelam yang menjadikannya dikenal sebagai stasiun kereta api paling angker.
Berikut ini daftar 5 stasiun kereta api di Indonesia yang terkenal dengan aura mistis dan sejarah tragisnya, dikutip dari channel youtube Info Channel, Selasa (30/4/2025) :
1. Stasiun Ketanggungan Barat, Brebes
Stasiun ini menjadi sorotan setelah kecelakaan tragis antara KA Gaya Baru dan KA Empu Jaya pada 2002 yang menewaskan 45 orang. Banyak yang percaya bahwa unsur mistis turut berperan, karena sehari sebelumnya warga melihat penampakan wanita misterius di perlintasan rel. Sejak saat itu, suara-suara lirih meminta tolong dan penampakan sering dilaporkan.
Advertisement
2. Stasiun Manggarai, Jakarta Timur
Sebagai tempat parkir gerbong tua, termasuk yang rusak akibat Tragedi Bintaro, Stasiun Manggarai menyimpan banyak cerita horor. Penampakan anak-anak yang bermain tengah malam, suara-suara aneh, dan aura mencekam menjadikan stasiun ini dikenal angker, meskipun berada di pusat ibu kota.
3. Stasiun Kota Lama, Malang
Kecelakaan tragis pada 1981 yang menewaskan 50 orang akibat kereta menabrak bus menjadi titik awal keangkeran stasiun ini. Korban ditemukan hingga ke WC umum. Bahkan, warga sempat menyaksikan kereta berjalan sendiri tanpa masinis, menghancurkan rumah-rumah di sekitar stasiun.
4. Stasiun Poncol, Semarang
Kisah mistis terkenal di sini adalah penampakan rombongan penumpang berbaju putih dengan wajah pucat melintas di jalur rel pada tengah malam. Selain itu, lokomotif yang melaju sendiri tanpa awak sempat menghebohkan warga, menguatkan reputasi angker stasiun ini.
5. Stasiun Kaliwedi, Cirebon
Terletak di lokasi terpencil dekat sungai, stasiun ini menjadi saksi kecelakaan iring-iringan jenazah yang ditabrak kereta. Jalur ini dijuluki "kentung budeg" karena warga sering tidak mendengar peringatan sebelum kereta api lewat. Banyak yang percaya bahwa tempat ini menjadi “rumah” bagi makhluk halus.
Rel Kereta Api Mati di Jawa Barat: Bisakah Hidup Lagi?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5195934/original/001670300_1745387898-WhatsApp_Image_2025-04-23_at_08.33.45.jpeg)
Pengamat transportasi Djoko Setijowarno menilai upaya mengaktifkan kembali jalur rel di wilayah Jawa Barat membutuhkan lebih dari sekadar semangat. Proyek revitalisasi rel kereta api ini memerlukan tekad yang kuat serta dukungan anggaran yang memadai, mengingat keterbatasan dana di tingkat daerah maupun pusat.
"Mengaktifkan kembali jalur rel di Jawa Barat, bukan sekedar semangat, namun perlu tekad yang kuat dan anggaran yang cukup. Oleh sebab itu, perlu dukungan anggaran yang pasti," kata Djoko dikutip dari keterangan tertulisnya, Rabu (23/4/2025).
Menurut Djoko, rencana reaktivasi ini tidak bisa sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jawa Barat.
Pasalnya, provinsi ini masih memiliki pekerjaan rumah besar dalam penyediaan infrastruktur dasar, terutama jalan-jalan di daerah pelosok yang masih belum memadai.
"Jika menggunakan APBD, pasti tidak mencukupi. Provinsi Jawa Barat masih perlu membangun jaringan jalan di daerahnya yang perlu segera dituntaskan," ujarnya.
Advertisement
Keterbatasan Swasta
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5195936/original/009259800_1745387923-WhatsApp_Image_2025-04-23_at_08.33.47.jpeg)
Djoko juga menyoroti keterbatasan keterlibatan sektor swasta dalam pembangunan infrastruktur perkeretaapian. Menurutnya, tidak realistis jika pemerintah berharap investor swasta akan tertarik untuk membiayai pembangunan jalur rel tanpa adanya jaminan dukungan operasional dari negara.
"Tidak bisa mengandalkan swasta untuk membangun jalan rel. Selain investasi mahal, juga pemerintah harus memberikan dukungan operasional nantinya. Tanpa adanya dukungan operasional, pihak swasta tidak tertarik," ujarnya.
Menurut Djoko, membangun jalur rel tidak semudah membangun jalan tol. Selain prasarana, moda kereta api juga menuntut kesiapan sarana dan dukungan operasional yang berkelanjutan.
Sayangnya, hal ini membuat sektor swasta enggan terlibat karena besarnya investasi serta ketergantungan pada subsidi operasional dari pemerintah.
"Lain halnya, membangun jaringan jalan tol (itupun didukung regulasi setiap dua tahun tarif akan naik), hanya cukup bangun prasarana, nanti sarana akan otomatis menggunakannya. Lain halnya dengan moda kereta api, selain membangun prasarana juga harus menyiapkan sarananya juga," ujarnya.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463779/original/049305200_1767670885-Screenshot_2026-01-06_103951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4919749/original/034086800_1723781524-000_36EC7XK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2892802/original/045596000_1566805482-20190826-Jokowi-sebut-kaltim-jadi-ibu-kota-baru-ANGGA-8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/164/original/089229800_1562306521-WhatsApp_Image_2019-07-05_at_12.56.31.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5195937/original/061493000_1745387950-WhatsApp_Image_2025-04-23_at_08.33.45__1_.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8668326/original/051794500_1782703035-AP26179791541483.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259121/original/085743200_1781464083-063_2281573951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540213/original/078998400_1774689981-AP26086742238879.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5241643/original/000306500_1749004088-AP25154539148672.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258799/original/021874200_1781411244-brasil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513256/original/026711200_1782437004-AP26176799194484.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8658507/original/009732800_1782681457-000_B8LH2L7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8512971/original/012018800_1782436430-000_B8CY2VE.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8623031/original/006534100_1782616032-063_2283182531.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8660431/original/044103500_1782685503-Canada_s_Stephen_Eustaquio.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8659951/original/005175900_1782684619-000_B8LH2KW.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8659756/original/038409700_1782684252-063_2283754697.jpg)