OJK Minta Bank Tambah Modal Inti, Ini Kata Permata Bank

Permata Bank akan terus berfokus pada target jangka panjang, melihat posisi perbankan saat ini sebagai bank dengan permodalan tertinggi di kelompoknya.

Diterbitkan 07 Maret 2025, 18:31 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Permata Tbk (Permata Bank atau BNLI) mengungkapkan peluang perusahaan naik kelas ke Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti (KBMI) IV atau dikenal sebagai bank jumbo. Seperti diketahui, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berharap agar bank yang menjadi penghuni Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti (KBMI) IV dapat bertambah menjadi enam bank di masa mendatang.

Direktur Utama Permata Bank Meliza M. Rusli mengatakan, Permata Bank akan terus berfokus pada target jangka panjang, melihat posisi perbankan saat ini sebagai bank dengan permodalan tertinggi di antara kelompok KBMI III. Permodalan yang dimiliki Permata Bank akan digunakan untuk mengembangkan bisnis secara lebih berkelanjutan.

"Jadi bukan hanya target jangka pendek atau meraih ke KBMI IV saja. Yang kami pentingkan di sini adalah untuk meraih sustainability dalam jangka panjang," ujar Meliza dalam Paparan Publik Bank Permata 2025 di Jakarta, Jumat (7/3/2025).

Sebagai informasi, pengelompokan bank berdasarkan KBMI mengacu kepada POJK No.12/POJK.03/2021 tentang Konsolidasi Bank Umum. Perincian aturan KBMI yaitu KBMI 1 untuk bank dengan modal inti kurang dari Rp 6 triliun, KBMI 2 untuk bank dengan modal inti Rp 6 hingga Rp 14 triliun.

Selanjutnya, kelompok KBMI 3 adalah untuk bank dengan modal inti Rp 14 triliun sampai Rp 70 triliun, dan KBMI 4 untuk bank dengan modal inti lebih dari Rp 70 triliun.

 

Laba Bersih Rp3,6 Triliun

Permata Bank mencatat mencatat pertumbuhan yang solid di 2024 dengan perolehan laba bersih sebesar Rp 3,6 triliun.

Meliza M. Rusli, Direktur Utama Permata Bank mengatakan bahwa pencapaian positif ini tidak lepas dari strategi perbankan dalam penguatan fundamental bisnis, inovasi digital, serta peningkatan efisiensi operasional.

“Sebagai bank lokal dengan visi regional dan jaringan global, kami ingin terus memperkuat peran bank dalam mendukung pertumbuhan ekonomi serta nilai tambah bagi nasabah dan pemangku kepentingan,” ujar Meliza dalam Public Expose atau Paparan Publik Permata Bank di Jakarta, Jumat (7/3/2025).

“Melalui semangat "Growing Together", Permata Bank dengan sinergi yang kuat bersama Bangkok Bank berkomitmen untuk memberdayakan nasabah, memperkuat kemitraan, dan menciptakan dampak positif di pasar domestik maupun internasional,” katanya.

Di Tahun 2024, Permata Bank juga membukukan Pendapatan Operasional sebelum Provisi (PPOP) yang tumbuh sebesar 4% dengan kualitas kredit yang semakin membaik.

 

Rasio Loan to Deposit Tumbuh 83%

Meliza menyampaikan, Permata Bank secara fokus terus mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam mengelola risiko kredit yang terefleksi dengan kualitas kredit yang tumbuh semakin baik.

Pencapaian ini juga ditopang oleh pengelolaan strategi bisnis yang berkelanjutan dan ditunjang dengan penerapan digitalisasi di operasional bank sehingga Bank dapat memberikan layanan terdepan bagi nasabah, lanjutnya.

Optimalisasi neraca dan efisiensi bisnis tercermin dari Rasio Loan to Deposit (LDR) yang meningkat ke 83% dibandingkan tahun 2023 sebesar 75%.

Selain itu, total aset Permata Bank juga tumbuh 0,6% menjadi Rp 259 triliun, dengan total simpanan nasabah mencapai Rp 185 triliun dan rasio CASA di 55%.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6