Mentan Amran Minta Pejabat Kementan Turun ke Lapangan, Kumpulkan Data dan Siapkan Masa Tanam

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman meminta seluruh pejabat tinggi Kementerian Pertanian turun ke lapangan melakukan pendataan dan mempersiapkan kebutuhan masa tanam I Oktober-Maret.

OlehFachri
Diperbarui 12 November 2023, 13:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman meminta seluruh pejabat tinggi Kementerian Pertanian turun ke lapangan melakukan pendataan dan mempersiapkan kebutuhan masa tanam I Oktober-Maret. 

Pasalnya, kebutuhan data yang valid sangat penting untuk menunjang data dukung pengajuan anggaran tambahan Rp5,8 trillun yang akan diberikan  kementerian keuangan.

“Tidak ada waktu hari libur, saya minta dari hari Jumat kemarin semua turun lapangan. Kumpulkan data calon petani dan lahan yang siap ditanami. Musim hujan sudah tiba, tidak ada waktu lagi menunggu,” ujarnya.

Mentan Amran menyebut, data itu nantinya akan memastikan kesesuaian petani dan lahan terhadap kebutuhan benih, pupuk, alsintan, serta kebutuhan teknis lainnya.

“Saya ingin semua sesuai dan tentu tetap cepat disiapkan, karena anggaran tidak bisa menunggu tahun berganti karena musim tanam telah tiba. Bila tidak, akan jadi masalah dengan produksi beras kita. Kita ingin 2025 kita sudah tidak impor beras lagi,” sebutnya.

Potensi Wilayah Jadi Optimal

Mentan Amran mengungkapkan, 10 provinsi utama penghasil beras dan jagung perlu didukung dengan maksimal. Menurutnya, hal itu dilakukan agar potensi wilayah tersebut menjadi optimal.

"Misalnya wilayah yang sudah mampu tanam dua kali setahun perlu didorong mampu tiga kali dengan dukungan teknis yang memadai," ungkapnya.

Mentan Amran juga menjelaskan bahwa Kementan telah mempersiapkan program Pengembangan Lahan produktif untuk meningkatkan produktivitas lahan rawa dan Indeks Pertanaman (IP) di wilayah tersebut.

"Potensi saat ini sekitar 1,5 juta hektare lahan rawa, mulai dari rawa mineral hingga rawa tadah hujan, yang siap diolah untuk meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dan produksi Nasional," jelasnya.

"Fokus utama kita saat ini adalah meningkatkan produktivitas dan Indeks Pertanaman (IP) dengan lebih mudah," imbuh Mentan Amran.

Sebagai informasi, luas Rawa di Indonesia sebesar 33, 4 juta hektare, terdiri atas rawa pasang surut 20,1 juta hektare (60%), rawa lebak seluas 13,3 juta hektare (40%).

Dari 33,4 juta hektare, baru 3,4% yang telah dikembangkan oleh pemerintah 1,8 juta hektare dan oleh masyarakat 2,1 juta hektare. Sebagian besar wilayah tersebut  daerah rawa berada dalam kawasan budi daya, dan sebagian lainnya berada di dalam kawasan lindung.

 

(*)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6