Musim Tanam Padi di Sejumlah Wilayah Indonesia Mundur Sebulan

Pada musim tanam tahun ini, Kementan akan menggenjot para penyuluh dan petani dalam peningkatan kemampuan melalui program pelatihan.

Diterbitkan 20 Oktober 2023, 09:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta

 

Indikasi Penyebab

Dedi menjelaskan, beberapa indikasi penyebab kekurangan pangan sudah terlihat dari faktor makro dan mikro. Seperti laju pertumbuhan penduduk, iklim ekstrim, krisis politik, krisis ekonomi dan keamanan, serta akses pangan. Selain itu, pangan yang tersedia dan laju pertumbuhan lahan pangan semakin mengecil.
 
"Hal lain adalah harga pangan dari waktu ke waktu akan mengalami kecenderungan naik dan krisis pangan di Indonesia bukan karena stok terbatas akan tetapi lebih karena keterbatasan akses ke pangan," terangnya. 
 
Dedi berharap strategi ketahanan pangan nasional hendaknya tidak hanya diarahkan untuk mencapai kecukupan akan pangan.
 
Tetapi juga diarahkan untuk mencapai kemandirian dan kedaulatan pangan serta peningkatan daya saing produk-produk pangan nasional. 
 
"Kinerja subsektor budidaya juga sangat penting untuk meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian yang diharapkan dapat mengurangi ketergantungan impor dan bahkan meningkatkan ekspor," ucapnya. 
 
 
 

Upaya

Upaya ini dapat diwujudkan dengan peningkatan efisiensi melalui penerapan smart farming dan integrated farming ataupun ekstensifikasi, melalui program food estate, urban farming serta program lain dari Kementan. 
 
Dia mengatakan, upaya peningkatan produksi dan produktivitas padi diarahkan pada pemenuhan sarana produksi yang lengkap. Ini untuk mendukung pelaksanaan Good Agricultural Practices (GAP) mulai dari pengolahan lahan, pemilihan benih berkualitas, pemupukan, pengelolaan OPT Terpadu sampai pada panen dan pasca panen, memerlukan kualitas dan kuantitas SDM pertanian yang memadai sebagai pelaku utama dan pelaku pendukung. 
 
"Hal ini menuntut peningkatan kinerja penyuluhan, pendidikan, dan pelatihan pertanian sebagai fungsi peningkatan kualitas dan kuantitas SDM pertanian melalui pendampingan efektif kepada pelaku usaha tani di lapangan" urainya. 
 
 
 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6