Sukses

Ratusan Mahasiswa IPB Diduga Terjerat Pinjol, Ini Kata Satgas Waspada Investasi OJK

Liputan6.com, Jakarta - Satgas Waspada Investasi (SWI) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) masih mengumpulkan informasi terkait kabar ratusan mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) yang diduga terjerat pinjaman online (pinjol). Namun, SWI menduga ada penipuan dengan cicilan yang tidak dibayar.

Ketua Satgas Waspada Investasi OJK, Tongam L.Tobing mengatakan pihaknya belum menerima laporan resmi terkait ratusan mahasiswa yang diduga terjerat pinjol. Tongam mengatakan, ada dugaan penipuan yang dilakukan orang tak bertanggung jawab lantaran tidak membayar cicilan kepada penjual barang. Padahal mahasiswa telah membayar cicilan pembelian barang kepada orang yang diduga melakukan penipuan tersebut.

“Secara resmi belum dapat laporan. Dugaan penipuan dari informasi yang kami terima. Penipuan dengan cara cicilan tidak dibayar oleh (pelaku penipuan-red). Melalui dia dicicil (barang-red), berikan cicilan ke orang ini tetapi tidak dibayar ke penjual,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com, Selasa (15/11/2022).

Saat ditanya mengenai apakah pinjaman melalui pinjaman online legal atau ilegal, Tongam menuturkan menuturkan, hal tersebut masih diselidiki. Hal ini lantaran tidak secara langsung seperti pinjaman. Ia menilai, kejadian yang terjadi tidak murni pinjol.

“Itu masih diselidiki, tidak secara langsung pinjaman. Beli barang melalui seseorang, tetapi tidak dibayar. Masih kumpulkan informasi, dan tunggu perkembangan. Sudah dilaporkan kepada kepolisian sehingga bisa terang benderang,” kata dia.

Selain itu, Tongam juga mengingatkan masyarakat untuk meminjam dana di pinjol berizin yang sudah terdaftar di OJK. Masyarakat juga diimbau untuk mengelola keuangan dengan bijak sehingga membeli sesuatu sesuai kebutuhan dan tidak melebihi kemampuan.

“Pastikan pinjaman online berizin di OJK. Kami harapkan masyarakat dan mahasiswa membeli sesuai kebutuhan, jangan lebih besar pasak dari pada tiang sehingga aman dari pinjaman online,” tutur dia.

Tongam mengatakan, pihaknya juga berupaya lakukan edukasi kepada masyarakat sehingga tidak terjerat pinjol ilegal.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Ratusan Mahasiswa IPB Diduga Terjerat Pinjol, Pihak Kampus Buka Posko Pengaduan

Sebelumnya diberitakan, Institut Pertanian Bogor (IPB) segera melakukan empat langkah terkait kabar ratusan mahasiswa dan mahasiswinya diduga terjerat pinjaman online (pinjol) untuk usaha penjualan online.

Rektor IPB Arif Satria menyampaikan, pihak kampus telah mempelajari kasus ini dan telah mengambil langkah cepat untuk menangani kasus tersebut.

"Pertama, membuka posko pengaduan. Kedua, memilah-milah tipe kasus yang ada. Saat ini sedang kami petakan tipe masalahnya," kata Arif di Kota Bogor, Senin, seperti dikutip dari Antara.

Ketiga, IPB mempersiapkan bantuan hukum untuk mahasiswa yang tertipu usaha online ini. Kemudian yang keempat IPB akan melakukan upaya peningkatan literasi keuangan untuk para mahasiswa.

Arif menuturkan, pihak IPB pun sedang dalam komunikasi dengan para mahasiswi dan mahasiswa yang diduga terjerat kasus ini.

Kepala Biro Komunikasi IPB University Yatri Indah Kusumastuti menyatakan sangat prihatin mendapati berita tersebut.

"Saat ini melalui para wakil dekan kami sedang mengumpulkan data dan melakukan crosscheck serta mendalami informasi yang kami peroleh," kata Indah.

3 dari 4 halaman

Penagihan Utang Berkisar Rp 3 Juta-Rp 13 Juta

Sejumlah mahasiswa yang terjerat pinjaman online hingga didatangi penagih utang ke rumahnya, karena penagihan utangnya berkisar Rp3 juta-Rp13 juta untuk penjualan online yang ternyata tidak menguntungkan.

Para mahasiswa diduga terpengaruh oleh kakak tingkatnya untuk masuk ke grup WhatsApp usaha penjualan online. Mereka diminta investasi ke usaha tersebut dengan keuntungan 10 persen per bulan dan meminjam modal dari pinjaman online.

Namun dalam perjalanannya, keuntungan tidak sesuai dengan cicilan yang harus dibayarkan kepada pinjaman online hingga para mahasiswa mulai resah saat ditagih debt collector dan sebagiannya kini berinisiatif melapor ke Polresta Bogor Kota.

4 dari 4 halaman

Ratusan Mahasiswa IPB Terjerat Pinjol, untuk Keperluan Apa?

Sebelumnya, Ratusan mahasiswa dan mahasiswi Institut Pertanian Bogor (IPB) dikabarkan terjerat pinjaman online (pinjol) untuk usaha penjualan online.

Kepala Biro Komunikasi IPB University Yatri Indah Kusumastuti menyatakan sangat prihatin mendapati berita tersebut.

"Saat ini melalui para wakil dekan kami sedang mengumpulkan data dan melakukan crosscheck serta mendalami informasi yang kami peroleh," kata Indah seperti dikutip dari Antara.

Sejumlah mahasiswa yang terjerat pinjaman online didatangi penagih utang ke rumahnya, karena penagihan utangnya berkisar Rp3 juta-Rp13 juta untuk penjualan online yang ternyata tidak menguntungkan.

Para mahasiswa diduga terpengaruh oleh kakak tingkatnya untuk masuk ke grup WhatsApp usaha penjualan online. Mereka diminta investasi ke usaha tersebut dengan keuntungan 10 persen per bulan dan meminjam modal dari pinjaman online.

Namun dalam perjalanannya, keuntungan tidak sesuai dengan cicilan yang harus dibayarkan kepada pinjaman online hingga para mahasiswa mulai resah saat ditagih debt collector dan sebagiannya kini berinisiatif melapor ke Polresta Bogor Kota.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS