Sukses

Konsumsi Beras RI Senilai USD 22 Miliar jadi Pasar Menggiurkan bagi Pelaku Usaha

Liputan6.com, Jakarta Jaring Pangan Indonesia (JaPang), Startup Rantai Pasok Komoditas, yang didirikan oleh Edison Tobing dan Tjong Benny pada tahun 2021, serta didukung oleh Agri-Techpreneur veteran Ivan Arie Sustiawan berhasil memperoleh pendanaan pre-Series A dari Gayo Capital, untuk mengembangkan model bisnis baru JaPang yang berbasiskan Sustainable Web3.

Sejak awal, JaPang fokus menggarap pasar B2B dan B2B2C melalui aplikasi JaPang Wholesale dan Program Jawara (JaPang Warung Rakyat) dengan mengembangkan strategi private label untuk produk-produk utamanya seperti Beras dan Daging Ayam Beku dengan merk Bang Japang dan Jap Chicken.

Potensi konsumsi beras nasional senilai USD 22 Miliar (2020) dan daging ayam nasional USD 6,3 Miliar (2020), menjadi salah satu alasan utama JaPang memilih produk tersebut untuk pasar B2B dan B2B2C mereka ditambah dengan produk-produk pendukung lainnya yang memiliki potensi yang juga sama.

“Pada awal berdirinya JaPang fokus pada produksi dan pendistribusian produk bahan pokok makanan yang dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia dan kemudian memperkuat bisnis kami dengan digitalisasi rantai pasok bahan pokok makanan ke pasar B2B dan B2B2C," cerita CEO JaPang Tjong Benny dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (5/10/2022).

JaPang memiliki visi menjaga ketersediaan pangan di Indonesia melalui program pemberdayaan usaha kecil, menengah, dan mikro bahan pokok makanan berbasis digital yang terintegrasi dengan solusi pembiayaan digital mikro dari institusi keuangan yang bermitra dengan JaPang.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 3 halaman

Produk Lain

Selain itu beras dan daging ayam, JaPang juga menyediakan telor, gula, garam dan bahan pokok makanan lainnya yang dibutuhkan secara rutin oleh rumah tangga di Indonesia.

Edison Tobing selaku Chairman JaPang menjelaskan lebih lanjut bahwa untuk memperkuat pertumbuhan bisnis JaPang, JaPang telah menunjuk serial-investor & tech-veteran Ishara Yusdian dari Gayo Capital sebagai penasihat bisnis kami.

“Dengan latar belakang Ishara yang lebih dari satu dekade sebagai venture builder di pasar Australia, Selandia Baru, Amerika Utara, dan negara-negara di Asia Tenggara, Ishara akan membantu kami dalam memperkuat model bisnis dan operasional JaPang sehingga siap memasuki perjalanan Sustainable Web3” jelas Edison Tobing.

Seiring dengan perjalanan Web3, di mana digital/aset kripto semakin diterima oleh masyarakat, kami telah menetapkan beberapa rencana strategis untuk menjadikan transaksi bisnis kami dengan para pelanggan B2B dan Jawara sebagai smart contract untuk penerbitan Token Komoditas dan Koin JaPang.

Ivan Arie Sustiawan selaku Executive Committee menjelaskan bahwa “Penerbitan Token Komoditas dan Koin JaPang merupakan aksi korporasi yang besar bagi kami dan kami percaya bahwa ini adalah strategi yang tepat untuk masa depan JaPang. Untuk memandu kami dalam merealisasikan perjalanan ini, kami senang dapat bermitra dengan Gayo Capital sebagai pionir VC yang fokus investasinya saat ini dalam portofolio Sustainable Web3 Indonesia.

3 dari 3 halaman

Ingin Inflasi Nasional Tak Melejit, Indonesia Harus Tahan Harga Pangan

Sebelumnnya, Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S Budiman, mengatakan inflasi nasional bisa turun jika Indonesia bisa menjaga inflasi pangan pangan sesuai target yaitu 5 persen.

Tercatat pada bulan Agustus inflasi Indonesia mencapai 4,69 persen, sudah ada penurunan tetapi tetap sumbangannya berasal dari kelompok harga pangan bergejolak atau volatile food.

Kemudian juga dari proses transmisi dari harga-harga energi yang masuk ke dalam kelompok barang yang ditentukan oleh Pemerintah atau administered price.

"Kalau kita berhasil menjaga inflasi pangan sesuai dengan target TPID yaitu 5 persen, maka inflasi kita bobotnya pangan itu 16 persen bisa turun kurang lebih ke 4 persen. Artinya, berita baik bagi pendapatan dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan infklusif," kata Aida kata Aida dalam Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan Sulampua, Senin (3/10/2022).

Aida menjelaskan filosopi dari Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan kuncinya adalah sinergi.

"Dengan sinergi kita mengoordinasikan semua program kerja TPID yang kita lakukan, yaitu menjaga keterjangkauan harga, menjaga kelancaran distribusi, ketersediaan pasokan dan komunikasi sehingga menghasilkan hasil yang lebih baik lagi," ucapnya.

GNPIP ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia atas arahan Rakornas TPIP pada 18 Agustus 2022.

Kemudian ditindaklanjuti dengan peluncuran GNPIP nasional di Surabaya oleh Gubernur Bank Indonesia dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pada 14 September 2022.

Seperti arahan Presiden, penting untuk melanjutkan GNPIP karena ini untuk menjaga perekonomian dari ketidakpastian global.

Inilah yang dilihat dalam Rapat Gubernur Bank Indonesia 21-22 September yang lalu, dimana memang perekonomian global diwarnai dengan prospek perekonomian yang menurun.

"Saya ambil ilustrasi untuk sinergi ini makanan favorit saya, di Sulawesi Utara yaitu Tinotuan. Tinotuan ini adalah makanan yang kita campur semuanya berbagai macam sayuran hasilnya makanan yang enak, lezat, bergizi dan sehat," ujarnya.

Jadi, sinergi inilah yang Bank Indonesia bawa untuk GNPIP, bagaimana pihaknya melakukan sinergi dengan Pemerintah pusat dan daerah bersama-sama dengan Bank Indonesia melaksanakan upaya menjaga pasokan, sehingga terjadi ketahanan pangan sekaligus menjaga inflasi.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.