Sukses

Ingin Menikmati Kuliner Warung Kaki Lima Jepang? Coba ke Sini

Liputan6.com, Jakarta - Manfaatkan kelonggaran selama PPKM Level 2 di Tangerang, berbagai kawasan kuliner dengan konsep luar ruangan kembali bermunculan. Bahkan ada yang bernuansa jajanan kaki lima di malam hari di Jepang.

Saat memasuki kawasan food court yang berada di Tangcity Superblock, Kota Tangerang itu, sangat kental dengan ornamen dari Negeri Sakura. Seperti berbagai lampion bertuliskan kanji atau huruf Jepang, ada pula lukisan dan juga kanopi yang lebih rendah, membawa pengunjungnya seperti berada di warung kaki lima di Jepang.

Berbagai menu seperti ramen, grill, geoza, teh oca, es krim, dan berbagai pilihan menu lainnya, juga disediakan. Bahkan komunitas cosplay ala anime Jepang juga berkumpul di area tersebut. Jadi selain asik makan masakan khas Jepang dan Asia lainnya, pengunjung juga bisa sekedar berswa-foto.

CEO PT Pancakarya Griyatma Norman Eka Saputra mengatakan, bila pihaknya memang tengah mengembangkan kawasan kuliner, terkhusus yang beroperasi pada malam hari.

"Umami Foodcourt ini bagian dari wisata kuliner malam yang akan terus kita kembangkan kedepannya. Terutama di Kota Tangerang, dimana konsep semacam ini tengah digandrungi,"tuturnya, Jumat (25/3/2022).

Kedepannya kawasan wisata kuliner malam hari, akan dinamakan 'Terang' yang diambil dari kata 'Tangerang'. Dimana konsep yang diusung adalah wisata nogturnal.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 2 halaman

Kota Maju

"Kota Tangerang ini sudah bisa disamakan dengan kota-kota maju di dunia, dimana mereka juga sudah memajukan wisata nogturnalnya sebagai bagaian dari penarik turis atau wisatawan di kota mereka, terlebih Kota Tangerang ini ada bandara, pintu gerbang Indonesia," kata Norman.

Norman mengaku, para penjualnya pun mengedepankan pelaku UKM kuliner. Sehingga sekalian untuk memajukan perekonomian rakyat.

Meski mengusung tema wisata malam dan Negeri Sakura, Norman mengaku pihaknya akan mengedepankan norma atau aturan wilayah. Dimana untuk saat ini, kawasan kuliner tersebut hanya akan beroperasi sampai pukul 23.00 Wib. (Pramita Tristiawati)

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.