Sukses

Harta Miliarder Afrika Baik-baik Saja Meski Ada Covid-19 Bahkan Tambah Banyak

Liputan6.com, Jakarta - Kekayaan miliarder di Afrikan justru melambung dari tahun-tahun sebelumnya, meski pandemi Covid-19 masih berlangsung.

Dilansir dari laman Forbes, Selasa (25/1/2022) kekayaan gabungan 18 orang terkaya di benua itu diperkirakan bernilai USD 84,9 miliar. Angka ini meningkat 15 persen dari dua belas bulan lalu dan terbesar sejak 2014. Secara rata-rata, kekayaan miliarder di Afrika sekarang bernilai USD 4,7 miliar.

Melonjaknya harga saham dari Nigeria hingga Zimbabwe mengangkat kekayaan para miliarder ini, karena permintaan produk dari semen hingga barang mewah meningkat.

Selama 11 tahun berturut-turut, miliarder dari Nigeria, yakni Alike Dangote menjadi orang terkaya di Afrika, dengan kekayaan bersih diperkirakan mencapai USD 13,9 miliar.

Harta Dangote naik dari USD 12,1 miliar tahun lalu menyusul kenaikan 30 persen dalam harga saham Dangote Cement, asetnya yang paling berharga.

Melonjaknya pembangunan perumahan di Nigeria dan pertumbuhan belanja infrastruktur pemerintah juga mendorong permintaan yang lebih tinggi dalam sembilan bulan pertama tahun 2021, menurut para analis menemukan.

Pengusaha barang fashion mewah asal Afrika Selatan, yakni Johann Rupert juga telah menempati posisi nomor dua sebagai orang terkaya di Afrika.

Harga saham perusahaan Rupert, yakni Compagnie Financiere Richemont telah melonjak lebih dari 60 persen.

Keuntungan yang diraih perusahaan pembuat jam tangan Cartier dan pena Montblanc itu menaikkan kekayaan Rupert menjadi USD 11 miliar (naik dari USD 7,2 miliar tahun lalu).

Adapun miliarder pertambangan berlian asal Afrika Selatan yaitu Nicky Oppenheimer yang menempati urutan ketiga sebagai orang terkaya di Afrika - dengan kekayaan bersih senilai USD 8,7 miliar.

2 dari 2 halaman

Miliarder Zimbabwe Melihat Lonjakan Nilai Saham Hingga 750 Persen

Sementara itu, perolehan terbesar dalam persentase, yang naik 125 persen adalah miliarder dari Zimbabwe, yakni Strive Masiyiwa dengan kekayaan senilai USD 2,7 miliar - naik dari USD 1,2 miliar tahun lalu.

Saham perusahaan Econet Wireless Zimbabwe, yang Masiyiwa dirikan, naik lebih dari 750 persen tahun lalu.

Taipan semen asal Nigeria yakni Abdulsamad Rabiu, juga melihat kenaikan kekayannya. 

Nilai kekayaannya kini mencapai USD 1,5 miliar. Pada awal Januari 2022, Rabiu mendaftarkan perusahaan gula dan makanannya yaitu BUA Foods di bursa saham Nigeria.

Dia dan putranya mempertahankan 96 persen saham di perusahaan tersebut, yang baru-baru ini memiliki kapitalisasi pasar hampir USD 2,8 miliar. (Forbes mengurangkan nilai taruhan saat float publik kurang dari 5 persen.)

Diketahui, 18 miliarder di Afrika berasal dari tujuh negara berbeda.

Afrika Selatan dan Mesir masing-masing memiliki lima miliarder, diikuti oleh Nigeria dengan tiga miliarder dan Maroko dengan dua orang terkaya.

Hanya terdapat dua dari 18 miliarder di Afrika yang nilai kekayaannya berkurang dari tahun lalu, yaitu Koos Bekker dari Afrika Selatan dan dan Mohammed Dewji dari Tanzania. 

Kekayaan Bekker turun menjadi USD 2,7 miliar dari USD 2,8 miliar karena harga saham perusahaannya, Naspers dan Prosus masing-masing turun lebih dari 20 persen.

Sedangkan kekayaan Dewji turun menjadi sekitar USD 1,5 miliar dari USD 1,6 miliar tahun lalu.