Sukses

Tol Kapalbetung Jadi Akses Terpenting di Trans Sumatera

Liputan6.com, Jakarta - Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera ruas Kayu Agung-Palembang-Betung atau yang dikenal dengan Jalan Tol Kapalbetung sepanjang 111,69 km terus dilanjutkan. Hingga saat ini telah beroperasi tahap pertama yang dimulai dari Kayu Agung hingga Simpang Susun (SS) Kramasan sepanjang 42,5 km.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR, Danang Parikesit, menghimbau PT Waskita Sriwijaya Tol (WST) dapat melakukan koordinasi dengan PT Hutama Karya. Sehingga realiasi pembangunan koneksi (interchange) antara Jalan Tol Kapalbetung dan Tol Palembang-Indralaya (Palindra) bisa tersambung.

"Jalan Tol Kapalbetung merupakan akses terpenting dari Jalan Tol Trans Sumatera, sebagai backbone wilayah Sumatera Selatan yang menjadi ruas terakhir menghubungkan Pelabuhan Bakauheni hingga Palembang," ujarnya dalam keterangan resmi BPJT, Selasa (18/1/2022).

Danang juga berharap, progres pembangunan fisik penuntasan hingga ke Betung akan semakin baik. Ini sejalan dengan realisasi penyertaan modal negara (PMN) dari pemerintah ke PT Waskita Karya selaku induk pengelola ruas tol.

"Fokus utama yang harus diperhatikan ialah kualitas pembangunan yang perlu terus dijaga. Integrasi dengan pengembangan wilayah harus didorong melalui kerjasama baik dengan pemda setempat," kata Danang.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Jembatan Terpanjang

Pembangunan Jalan Tol Kapalbetung Seksi 2 dan 3 dari Kramasan hingga Betung sepanjang 69,19 km, terbagi menjadi Seksi 2 ruas Kramasan-Musilindas (24,9 km) dengan progres konstruksi telah mencapai 33,68 persen.

Kemudian, Seksi 3 ruas Musilindas-Betung (44,29 km) dengan progres konstruksi telah mencapai 7,36 persen. Ditargetkan kedua seksi ini dapat selesai konstruksinya pada 2023 mendatang.

Dalam pelaksanaan konstruksi Jalan Tol Kayu Agung-Palembang-Betung Seksi 2 dan 3 ini juga akan dibangun Jembatan Sungai Musi sepanjang 1,7 km, yang nantinya akan menjadi jembatan terpanjang di Jalan Tol Sumatera Selatan.

Pembangunan Tol Kapalbetung dikelola oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Waskita Sriwijaya Tol dengan total investasi sebesar Rp 22,17 triliun.

Nantinya, kehadiran jalan tol ini akan semakin melengkapi struktur jaringan koridor utara Jalan Tol Trans Sumatera sepanjang 2.069 km yang akan menghubungkan Pulau Sumatera dari Lampung hingga Aceh.