Sukses

Impor November 2021 Naik 18 Persen, BPS: Ekonomi Mulai Membaik

Liputan6.com, Jakarta Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan impor Indonesia sepanjang November 2021 mencapai USD 19,33 miliar atau Rp 276,77 triliun. Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, angka impor ini naik 18,62 persen.

Kepala BPS Margo Yuwono menjelaskan, hampir semua komponen impor mengalami peningkatan secara bulanan maupun tahunan. Peningkatan terbesar berasal dari barang konsumsi. Total impor barang konsumsi mencapai USD 2 miliar pada November 2021.

"Peningkatan terbesar dari komponen barang konsumsi yang naik 25,89 persen (mtm) dan 53,84 persen (yoy)," kata Margo di kantor BPS, Jakarta, Rabu (15/12/2021).

Selain barang konsumsi, impor barang modal juga naik menjadi USD 3 miliar. Kenaikan impor barang modal ini 25,17 persen (mtm) dan 23,09 (yoy).

Sementara peningkatan impor untuk bahan baku atau penolong tercatat USD 14,33 miliar. Kenaikannya menjadi yang paling rendah di bulan November, yakni 16,41 persen (mtm) dan 60,49 persen (yoy).

Margo melanjutkan, peningkatan impor ini menjadi tanda ekonomi domestik mengalami perbaikan. Tercermin dari peningkatan produk impor untuk konsumsi dan bahan baku atau penolong.

"Ini menggambarkan industri yang mengalami perbaikan," kata dia.

Dia melanjutkan, peningkatan barang modal ini menunjukkan kebutuhan industri juga lebih baik karena terlihat peningkatan kapasitas produksi. Sehingga sudah ada pergerakan menuju pemulihan ekonomi.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Impor November 2021 Melonjak 18,62 Persen

Sebelumnya, BPS mencatat nilai impor Indonesia pada November 2021 mencapai USD 19,33 miliar. Angka impor tersebut naik 18,62 persen dibanding perdagangan bulan sebelumnya.

“Nilai impor pada November tahun 2021 mencapai USD 19,33 miliar, naik 18,62 persen dibandingkan Oktober 2021," kata Kepala BPS, Margo Yuwono, Jakarta, Rabu (15/12/2021).

Margo mengatakan, impor tersebut naik cukup besar jika dibandingkan dengan angka periode yang sama pada tahun lalu. Di mana, kenaikannya mencapai 52,62 persen.

Sementara itu, dilihat dari sektor migas, impornya tercatat sebesar USD 3,03 miliar. Angka tersebut naik sebesar 59,37 persen dibanding periode bulan lalu. Sedangkan, nonmigas tercatat USD 16,30 miliar dan tumbuh 13,25 persen dibanding Oktober 2021.

“Impor di bulan November untuk migas itu mencapai USD 3,03 miliar dan itu tumbuh 59,37 persen kalau dibandingkan Oktober 2021,” ujarnya.