Sukses

Lepaskan RI dari Ketergantungan Impor BBM, Kadin Dukung Hilirisasi Migas

Liputan6.com, Jakarta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia berkomitmen untuk jadi garda terdepan dalam membangun negeri, mengoptimalisasi pengelolaan sumber daya alam (SDA), mendorong inovasi, dan mengutamakan industrialisasi yang ramah lingkungan untuk menjadikan bangsa Indonesia sebagai bangsa pemenang.

Wakil Ketua Umum Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral Kadin Indonesia Mardani H. Maming mendukung pengelolaan SDA khususnya minyak dan gas (migas) dengan memberikan nilai tambah melalui industrialisasi dan melakukan kontribusi untuk mendorong program hilirisasi energi.

"Kami terus berupaya mencari terobosan agar sektor hilir migas tidak hanya dapat memberikan manfaat pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga dapat menggerakkan dunia usaha sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.

Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) itu mencontohkan saat ini Indonesia sangat tergantung pada LPG dan BBM impor, padahal memiliki sumber daya melimpah baik energi fosil maupun energi baru terbarukan.

"Harus ada solusi untuk energi masa depan," katanya.

Maming juga mengungkapkan pentingnya mendorong industri hilirisasi SDA agar nilai tambah pengelolaannya bisa dinikmati di dalam negeri.

Menurutnya, semangat hilirisasi juga sejalan dengan visi Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk melakukan transformasi ekonomi yang memberi nilai tambah.

"Indonesia tidak mendapatkan nilai tambah apapun karena praktik ekspor bahan baku. Indonesia harus membangun hilirisasi energi," tegasnya.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Transisi Energi

Dengan demikian, mantan Bupati Tanah Bumbu Kalimantan Selatan itu meminta peta jalan yang jelas untuk menghindari kelangkaan dalam upaya transisi energi dan mencapai net zero emission.

Ia mengatakan bahwa Indonesia tetap pada komitmennya untuk mendukung capaian net zero emission.

"Alhasil, upaya untuk menurunkan emisi dan memanfaatkan penangkapan karbon di industri hulu migas sudah tidak lagi menjadi pilihan, melainkan sebuah keharusan. Namun, upaya menuju ke arah transisi energi tersebut tentunya harus didukung dengan roadmap yang jelas untuk menghindari adanya energi berbiaya mahal atau bahkan kelangkaan energi," katanya.

Menurut Maming, untuk mendukung pertumbuhan perekonomian Indonesia, pemenuhan energi terbarukan dan yang terjangkau adalah sebuah keharusan.

Industri hulu migas berusaha memberikan karya terbaiknya melalui visi bersama untuk mewujudkan target pencapaian produksi jangka panjang.

"Untuk dapat memanfaatkan semua potensi migas yang dimiliki Indonesia, diperlukan investasi yang signifikan dan partisipasi aktif dari para pemain domestik maupun internasional," pungkasnya.